Kenapa Saham Bank BCA Baik Untuk Pemula? Ini Penjelasannya

Untuk para pemula yang baru saja terjun ke dunia investasi saham, pasti kalian masih akan sangat takut untuk rugi.

Untuk menghindari rugi yang berlebihan, akan lebih baik jika kita bisa membeli saham yang pasti-pasti saja dan lebih aman.

Biasanya, saham-saham itu disebut dengan saham bluechip. Apa itu blue chip?

Blue chip merupakan saham yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang berkualitas. Saham seperti ini memang sangat cocok untuk pemula karena lebih terjamin dan tidak beresiko tinggi.

Kenapa Memilih Saham BCA?

Salah satu saham bluechip yang paling diandalkan di Indonesia adalah BBCA atau Bank BCA. Saham BBCA sendiri merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar yang ada di bursa efek Indonesia.

Artinya, saham BBCA merupakan saham terbesar di bursa efek Indonesia. Menjadi saham dengan nilai kapitalisasi terbesar juga bukanlah sesuatu yang mudah.

Butuh perjuangan dalam memberikan kinerja terbaik untuk para investor agar para investor bisa percaya dengan kita.

BCA sendiri adalag bank terbaik di Indonesia saat ini dengan kemampuan menghasilkan profit terbaik.

Namun, sebenarnya BCA bukanlah bank dengan asset terbesar. Bank dengan asset terbesar saat ini asalah Bank Mandiri.

Juga bukan bank dengan profit terbesar dimana hal ini dipegang oleh bank BRI. Namun, bank BCA merupakan bank dengan kemampuan memberikan profit terbaik untuk para pemegang saham.

Hal inilah yang diinginkan para investor! Profit! Rasio antara asset dengan profit bank BCA adalah yang terbaik. Artinya, bank BCA dikelola dengan sangat efisien baik dari sisi profitability maupun kualitas pinjamannya.

Ada beberapa indicator yang menunjukkan bahwa kinerja bank BCA memang lebih baik daripada yang lainnya.

1.Pertumbuhan kredit (loan growth)

Pertumbuhan kredit bank BCA lebih konsisten dan lebih tinggi atau paling tidak seharga par dengan industry perbankan. Hal ini sangat penting bagi bank karena jumlah kredit merupakan sumber utama profit.

Untuk bank dengan ukiuran sebesar bank BCA yang assetnya bisa mencapai lebih dari 100 Triliun, mencetak pertumbuhan pinjaman yang konsisten bukanlah perkara yang mudah.

2.Pengelolaan

Perusahaan BCA sendiri dikelola dengan sangat efisien dan prudent. Hal ini tercermin dari Return on Asset atau ROA nya yang paling tinggi diantara bank di kelasnya.

Selain itu, tingkat kredit macet atau NPL yang dipunya juga rendah serta terbaik di kelompok bank sekelasnya.

3.Management

Manajemen professional di belakang kinerja BBCA sangatlah hebat.  Hal ini bisa kita lihat melalui indicator keuangan.

Selain indicator keuangannya, kalian juga bisa melihat bahwa mayoritas pimpinan BCA berasal dari internal yang sangat menunjukkan kaderisasi dalam perusahaan yang kuat dan terencana.

Selain itu, kalian juga bisa melihat grafik saham BCA dalam 10 tahun terakhir yang pastinya bisa menjelaskan kenapa BCA bisa menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia saat ini.

Itukah beberapa alasan mengapa saham Bank BCA menjadi salah satu bluechip yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Perkembangannya semakin tahun juga semakin naik atau setidaknya konstan jika tidak ada bencana yang terjadi tiba-tiba.

Bagaimana para investor? Kapan kalian akan memulai menabung saham BBCA ini sampai dengan 1 juta lembar?

Oh ya, saham BBCA sekarang ini berada di nilai sekitar Rp28.150-an per lembar sahamnya. Jangan lupa, kalian harus  membelinya minimal 1 lot, dimana isinya adalah 100 lembar.

Rekomendasi 5 Saham Bluechip Indonesia Terbaik 2020

Sebelumnya, apakah kalian sudah tahu maksud dari bluechip disini? Bluechip disini berarti saham yang dimiliki oleh perusahaan berkualitas tinggi. Saham Bluecip merupakan kategori saham yang paling cocok untuk investasi.

Untuk kalian yang sedang belajar saham, kami sarankan untuk memulai berinvestasi di saham bluechip. 

5 Saham Bluechip Cocok Untuk Pemula

Investasi saham memang punya banyak sekali cerita, mulai dari investor yang sudah untung ratusan persen dalam waktu singkat, maupun cerita soal investor yang bangkrut dalam hitungan hari karena loss di saham.

Memang kedua cerita inilah yang sering menjadi konflik bagi para pemula yang baru ingin mulai terjun ke dalam dunia  saham.

Nah,  untuk kalian yang baru memulai dan bingung mau beli saham apa, kami sarankan untuk membeli saham bluechip karena pastinya akan lebih aman untuk pemula.

Ada apa saja? yuk simak dibawah ini.

1.BBCA

BBCA merupakan sebuah kode saham yang digunakan oleh bank BCA. BCA sendiri merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa efek Indonesia saat ini. Artinya, saham ini merupakan saham terbesar di bursa.

Pencapaian itu juga bukan semata-mata tanpa alasan. Namun, merupakan hadiah dari para investor kepada saham BCA yang memiliki kinerja bagus.

BCA juga merupakan bank terbaik di Indonesia saat ini dengan kemampuan menghasilkan profit yang sangat baik.

Padahal, Bank BCA bukan bank dengan asset yang besar dan bukan bank dengan profit terbesar di Indonesia.

Namun, BCA adalah bank dengan kemampuan memberikan profit terbaik yang bisa didapatkan oleh para pemegang saham.

Rasio antara asset dengan profitnya saja yang terbaik. Hal ini berarti BCA dikelola dengan efisien dari sisi profitability dan kualitas pinjaman.

2.UNVR

UNVR merupakan kode saham untuk Unilever Indonesia. Perusahaan consumer goods terbesar dan terbaik di Indonesia ini memiliki beberapa merk kuat yang paling terkenal di dunia.

Selain itu,  pasar Indonesia juga sangat potensial untuk produk konsumsi yang dijual UNVR dan produk dengan brand kuat akan dominan di pasar dan bisa menentukan harga.

Dengan kekuatannya, Unilever bisa menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan yang sangat efisien.

3.BBRI

BBRI merupakan kode saham untuk Bank BRI, bank dengan profit  terbesar di Indonesia. Bank BRI sendiri lebih berfokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah yang mayoritas pasar pinjaman di Indonesia.

Usia bank BRU sudah kebih dari 100 tahun. Dimana hal ini berarti bank BRI memiliki pegalaman panjang serta kemampuan manajemen kredit UMKM yang sangat mumpuni dan sulit dilawan oleh kompetitor.

4.TLKM

TLKM merupaka kode saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan salah satu BUMN terbesar yang terkenal.

Selain itu, bisnis Telkom selalu unggul dalam jaringan sampai ke pelosok serta jumlah pelanggan terbesar yang akan sangat sulit untuk disaingi.

Salah satu keunggulannya dibanding yang lain adalah perusahaan BUMN yang memberi dukungan investasi modal yang sangat kuat.

5.ICBP

ICBP merupakan kode saham PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK. Perusahaan yang mengeluarkan makanan favorit Indonesia, Indomie.

Populasi penduduk Indonesia yang besar serta bonus demografi yang akan tiba membuat pasar makanan selalu prospektif.

Dan indomie merupakan salah satu makanan favorit masyarakat dari semua kalangan. Karena itulah demand akan mie instan diprediksi akan terus tumbuh dan hal ini akan membawa dampak positif pada perkembangan sahamnya.

Itulah 5 saham bluechip andalan Indonesia yang akan cocok untuk kalian para investor pemula. Jangan pernah takut memulai karena dengan berani memulai dari yang kecil, kalian akan naik perlahan-lahan dan sukses kemudian. Semoga artikel ini bermanfaat.

IHSG Berpotensi Melemah Kembali, Perhatikan Saham Pilihan Berikut

Indeks Harga Saham Gabungan terus  mengalami kenaikan serta penurunan yang berulang-ualng. Para investor tentu saja selalu berharap bahwa perekonomian Indonesia akan membaik dan saham mereka pun akan semakin membaik.

Hal ini masih disebabkan oleh adanya pandemic terhadap virus Corona yang masih melanda di Indonesia.

IHSG Melemah Kembali Hari ini

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan berlanjut pada perdagangan hari ini, Jumat 19 Juni  2020.

Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menyatakan bahwa pada perdagangan terakhir kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,25 persen ke level 4.925,25.

Berdasarkan analisis  teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat pada hari ini.

“Berdasarkan rasio Fibonacci, support pertama maupun kedua sama-sama memiliki rentang pada level 4.865,27 hingga 4.778,71.” Ungkapnya. 

“Sementara itu, resistan pertama maupun kedua memiliki rentang pada level 4.975,54 hingga 5.097,14.” Tambah Naufan pada riset hariannya hari ini.

Ia juga melanjutkan bahwa berdasarkan indicator MACD, IHSG berpotensi membentuk pola dead cross di area positif sedangkan pada Stokastik dan RSI berada di area netral.

Di sisi lain, menurutnya ada juga terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi kelanjutan pada pergerakan IHSG kemarin sehingga berpeluang menuju ke support terdekat.

Ada juga beberapa rekomendasi saham yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan investor, seperti:

1.BBNI

  • Daily (Rp4.500)
  • (RoE: 15.05%; PER: 4.95; EPS: 919.48; PBV: 0.74; Beta: 2.06)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area RP4.430 – Rp4.510
  • Target harga di level Rp4.650, Rp5.350, Rp6.025 dan Rp6.675.
  • Support: Rp4.350 & Rp4.120.

2.BBRI

  • Daily (Rp3.050)
  • (RoE: 17.58%; PER: 11.63x; EPS: 267.40; PBV: 2.40x; Beta: 1.44)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area level RP3.000 -Rp3.050
  • Target harga secara bertahap di level Rp3.230 dan Rp3.520.
  • Support: Rp2.900.

3.BMRI

  • Daily (Rp4.820)
  • (RoE: 17.27%; PER: 7.19x; EPS: 685.36; PBV: 1.24x; Beta: 1.47)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area level Rp4.780 – Rp4.820
  • Target harga secara bertahap di level Rp5.175, Rp5.600, Rp6.575 dan Rp7.550.
  • Support: Rp4.630.

4. BSDE

  • Daily (Rp815)
  • (RoE: 3.21%; PER: 15.16x; EPS: 54.08; PBV: 0.49x; Beta: 1.65)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area level Rp790 – Rp820
  • Target harga secara bertahap di level Rp845, Rp915, Rp1.080 dan Rp1.245.
  • Support: Rp790 & Rp750.

5.INTP

  • Daily (Rp11.650)
  • (RoE: 7.95%; PER: 24.75x; EPS: 496.03; PBV: 1.96x; Beta: 1.39)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area level Rp11.075 – Rp11.675
  • Target harga secara bertahap di level Rp12.500, Rp13.100, Rp13.900, Rp15.750 dan Rp17.600.
  • Support: Rp11.075 & Rp10.200.

6.MEDC

  • Daily (Rp470)
  • (RoE: -2.02%; PER: -22.60x; EPS: -21.24; PBV: 0.46x; Beta: 2.65)
  • Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
  • Akumulasi Beli pada area level Rp466 – Rp472
  • Target harga secara bertahap di Rp494, Rp525, Rp595 dan Rp665.
  • Support: Rp440.

67 Emiten Merencanakan Buyback Saham Rp 19 Triliun, Apa Saja?

Baru-baru ini ada kabar mengejutkan yang mengaggetkan para investor di Indonesia. Diberitahukan bahwa akan ada sebanyak 67 emiten yang merencanakan melakukan Buyback saham.

Diantara semua itu, ada BUMN yang juga akan melakukan buyback atas sahamnya yang dijual di pasaran. Selain itu, ada apa lagi?

67 Emiten Buyback Sahamnya Dalam 3 Bulan

Bursa Efek Indonesia atau yang biasa dipanggil dengan BEI melaporkan, aka nada sebanyak 67 perusahaan yang tercatat (emiten) yang siap melakukan aksi pembelian saham atau dikenal sebagai buyback oleh para investor.

Nilai total yang akan direncanakan buyback tersebut mencapai sebesar Rp 19,6 Triliun. Disamping itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna juga mengungkapkan bahwa dari 67 emiten tersebut diantaranya terdiri dari 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta entitas anaknya.

Selain itu, ada juga 55 perusahaan swasta yang juga akan melakukan buyback atau pembelian kembali saham.

“Sampai dengan tanggal 15 Juni 2020, sudah ada 67 perusahaan tercatat (emiten) yang telah menyampaikan keterbukaan inforasi mengenai rencana buyback saham dalam kondisi lain dengan total rencana sebesar Rp 19,6 Triliun” ujar I Gede Nyoman Yetna dalam pesan tertulisnya.

Ia melanjutkan juga bahwa sejauh ini realisasi buyback saham baru mencapai 8,8 persen dari total nilai yang direncanakan di awal, atau bisa dibilang sekitar Rp 1,72 Triliun.

“Karena itu, masih tersisa dana yang siap untuk digunakan pada window period buyback dalam kondisi lain ini sebesar 91,2 persen.” Ungkap beliau

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa aturam pembelian kembali telah tertera pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Merujuk kepada pernyataan tersebut, I Gede Nyoman Yetna menyebutkan bahwa buyback saham hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan setelah keterbukaan informasi.

“Berdasarkan hal tersebut, ada 4 perusahaan tercatat yang telah selesai periode buyback nya serta terdapat juga 1 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan keterbukaan informasi nya terkait rencana buyback dalam kondisi lain untuk memperpanjang periode buyback,” ujar nya.

Beberapa emiten swasta yang akan melakukan buyback saham adalah:

1.PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini mengalokasikan dana senilai Rp 1 Triliun buyback sahamnya di tengah kondisi pasar saat ini.

Buyback akan dlakukan bertahap terhitung sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 13 Juni 2020. Barito Pacific menunjuk PT Henan Putihrai untuk melakukan buyback saham BRPT.

2.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

MEDC bakal melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya. Atas aksi korporasi ini Medco menyiapkan dana US$ 3 Juta.

Perusahaan ini akan melakukan buyback sahamnya sebesar maksimal 1% dari jumlah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan dan akan menjadi treasuri. Pembelian saham dilakukan pada 16 Maret – 16 Juni.

3.PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR)

Perusahaan ini akan melakukan buy back dengan alokasi dana sebanyak Rp 72 miliar. Periode pelaksanaan buy back dilakukan pada tanggal 16 Maret – 15 Juni 2020.

Perusahaan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai pedagang perantara efek dalam aksi korporasinya ini.

4.PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

PT Sarana Menara Tower Tbk (TOWR) juga berencana melakukan buyback saham dengan dana yang disiapkan Rp 25 miliar.

TOWR akan melakukan buyback sahamnya maksimal 2,5 miliar saham. Ini setara dengan 5% dari seluruh modal ditempatkan dan akan disetor penuh.

TOWR menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai pedagang perantara efek dalam pembelian kembali saham perusahaan tersebut.

Beberapa saham ini akan melakukan buyback dalam waktu dekat, apakah kalian punya salah satunya? Bagaimana menurutmu?

IHSG 17 Juni 2020 Diperkirakan Menguat?

Setelah kemarin diprediksi akan terus melemah, hari ini IHSG Diperkirakan akan menguat kembali pada hari ini.

Setelah kemarin sore  IHSG ditutup menguat signifikan pada level 3,53 persen,  hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini.

Hari ini, 17 Juni 2020 IHSG Dibuka Menguat

Direktur Pilarmas Sekuritas, Maciilianus Nico Demus menyatakan ada sejumlah sentiment yang membuat pasar kembali bersemangat hari ini.

Salah satunya adalah proposal anggaran yang diajukan pada infrastruktur Amerika Serikat senilai hampir US$1 Triliun.

Proposal tersebut diajukan oleh presiden Trump namun belum resmi diumumkan. Nico melihat hal tersebut sebagai salah satu upaya Trump untuk membuat pasar kembali hijau serta tetap menjaga sentiment positif,

“Karena sentiment positif tersebut tidak boleh hilang sehingga sentiment virus akan jauh lebih kecildibanding sentiment positif mengenai pembukaan ekonomi.” Ungkapnya.

“Kalau sampai sentiment virus lebih besar, pasar pasti akan menjadi merah lagi.” Tambahnya.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa perekonomian bisa saja memasuki periode dimana pekerjaan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Namun, tenaga kerja mungkin levelnya masih akan terlalu rendah dibanding lebel kuat sebelumnya yang terlihat sebelum adanya wabah.

Powell juga menyampaikan bahwa Bank Sentral masih dalam tahap mengevaluasi strategi control yield curve sama seperti yang dilakukan oleh Jepang sejak 2016 lalu.

Walaupun data di AS sedang membaik, Powell mengatakan bahwa akan masih ada banyak indicator yang belum pasti tentang pemulihan perekonomian.

Selain itum Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II / 2002 negatif karena diperkirakan akan adanya dampak virus Covid-19 yang sudah ada sejak Maret lalu. Serta diberlakukannya PSBB.

Pada konferensi PERS virtual kemarin, ia mengatakan bahwa kuartal II merupakan kontraksi yang akan terjadi karena PSBB penuh dilakukan di tempat yang memberikan kontribusi ekonomi besar seperti Jakarta dan daerah Jawa.

Berdasarkan pada analisa teknikal yang dilakukan Nico, ia melihat IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan akan ditradingkan pada level 4.874 – 5.101.

“Namun, tetap harus berhati-hati pada perdagangan hari ini, karena beberapa indeks futures di kawasan Asia mulai berada di teritori negative akibat kecemasan kekhawatiran terhadap gelombang kedua virus Corona serta aksi profit taking” ujarnya.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menyatakan bahwa berdasar indicator MACD, pasar masih menunjukkan sinyal positif sedangkan Stochastic dan RSI bergerak ke atas di area netral.

Di sisi lain, terlihat bullish engulfing line candlestick pattern yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan pada IHSG sampai menuju ke resistance terdekat.

“Berdasarkan rasio Fibonacci, support pertama atau kedua sama-sama memiliki range level 4.865,27 – 4.778,71. Sementara itu resistance pertama atau kedua memiliki range 5.097,14 – 5.172,37.”  Sebut Nafan.

Sejumlah rekomendasi saham yang diberikan untuk menjadi pertimbangan investor untuk akumulasi beli adalah BEST, GJTL, INDY, KLBF, dan PTBA.

Ada juga rekomendasi portofolio saham untuk perdagangan pada hari ini:

1.JPFA—PT Japfa Comfeed International Tbk. (Target Price: Rp1.300—Rp1.340)

  • Call: Hold
  • Entry Level: Rp1.200—Rp1.250
  • Stop Loss: Rp1.150
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross.

2.SCMA—PT Surya Citra media Tbk. (Target Price: Rp1.020—Rp1.050)

  • Call: Spec Buy
  • Entry Level: Rp950—Rp975
  • Stop Loss: Rp930
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross

3. TLKM—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Target Price: Rp3,350—Rp3,400)

  • Call: Spec Buy
  • Entry Level: Rp3170—Rp3.220
  • Stop Loss: Rp3.140
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross.

Pergerakan IHSG Hari Ini 16 Juni 2020, Anjlok Lagi?

ihsg

Kecemasan oara pelaku pasar terhadap penyebaran gelombang kedua Covid-19 membuat indeks harga saham gabungan terus terusan berada di zona merah.

Hal ini disebabkan oleh mulai dibukanya mall-mall serta beberapa kantor yang mulai beroperasi yang kemungkinan besar akan memicu kembali penyebaran virus Covid-19.

Pada awal diberitahukan adanya New Normal, bahkan korban yang terinfeksi langsung naik sebanyak 1.000 orang lebih. Yang merupakan kenaikan terbanyak selama ini.

Karena hal ini juga, perekonomian Indonesia terganggu dan membuat beberapa investor asing maupun tidak memilih kabur dari sahamnya.

Hal ini semakin membuat IHSG turun merosot hingga selalu menyentuh zona merah dan sulit untuk recovery.

Pantau Pergerakan IHSG Selasa, 16 Juni 2020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal pandemic selalu berada di zona merah. Hari ini, IHSG harus berhenti di zona merah dengan koreksi 1,31 persen ke level 4.816,336 pada akhir, Senin 15 Juni 2020.

Awalnya, indeks bergerak menjanjikan pada awal sesi pertama dengan menyentuh level resistan 4.918,056.

Namun, posisi langsung berbalik setelah istirahat sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung amblas ke zona merah bahkan sempat mencapai titik support 4.809,619.

Total nilai net sell atau jual bersih investor asing senilai Rp711,88 miliar pada akhir sesi perdagangan. Transaksi di pasar regular, tunai, dan negosiasi senilai Rp8,01 Triliun.

Sektor saham keuangan menjadi penekan utama IHSG dengan terkoreksi 2,76 persen. Sektor saham pertambangan dan sektor saham industry dasar menempel dengan koreksi masing-masing 1,95 persen dan 1,94 persen.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai IHSG sempat menguat karena neraca perdagangan yang surplus US$2 Miliar. Nilai itu menurutnya lebih baik dari consensus para analis.

Karena itu, Frankie menyebut sentiment berbalik pada sesi kedua perdagangan. Kondisi itu dipicu naiknya angka infeksi Covid-19 secara global terutama di Beijing, China.

“Terdapat lonjakan kasus baru yang dikhawatirkan investor bisa menghambat roda ekonomi pada era new normal ini.” Jelas Frankie.

Di pihak lain, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat positif dibandingkan dengan bursa lain di Asia awal perdagangan, Senin 15 Juni 2020.

Menurutnya pelaku pasar mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membuka sejumlah mal.

“Di sisi lain, pasar juga mengapresiasi kinerja neraca perdagangan per Mei 2020 yang di luar ekspektasi mengalami surplus signifikan sebesar UD$2,09 Miliar.”  Sebut Nafan.

Namun, nafan menyebut mayoritas pasar di Asia memerah setelah adanya kekhawatiran gelombang kedua. Selanjutnya, berbagai data makro ekonomi China juga berada di bawah ekspektasi  pasar.

“IHSG terkena efek domino negative fari hal tersebut” ungkapnya.

Direjtur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menyampaikan pola gerak IHSG terlihat masih memiliki potensi pelemahan yang cukup besar dan merupakan sentiment dari melemahnya market global maupun regional.

Namun, mengingat kondisi fundamental Indonesia masih berada dalam kondisi stabil momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

“Hari ini IHSG masing berpotensi bergerak melemah, rentang 4.698 – 4.996” Pungkas William.

Sejumlah saham pilihan Willian lainnya adalah TLKM, UNVR, GGRM, ICBP, INDF, KLBF, ACES, TBIG.

Namun, rekomendasi ini tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai pengaruh yang bisa dinilai oleh para investor.