ISHG Diproyeksikan menguat

Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia yang dibuka pada 6.381,18 naik sebesar 22,56 poin kalau dibandingkan dengan penutupan dari perdagangan yang ada pada hari Jumat kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini juga diperkirakan menguat.

Direktur dari Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan kalau penguatan dari Indeks Harga Saham Gabungan terdorong dari telah ditemukannya vaksin Covid-19 yang belum lama ini diumumkan. Salah satunya ada dari perusahaan bioteknologi Moderna, yang baru akan memasuki fase 3. Tetapi faksin haruslah memasuki 4 fase sebelum nantinya dapat diproduksi secara masal.

Disampaikan oleh Hans, Indeks Harga Saham Gabunganakan konsolidasi menguat dikarenakan sentimen positif yang ada dari pasar itu. Perkembangan dari penelitian obat dan juga vaksin Covid-19 yang akan memberikan sentimen positif di pasar keuangan.

Selain itu sentimen positif ini juga datang dari penantian pelaku pasar yang terkait dengan data laba korporasi. Kalau laporan dari laba kororasi di kuartal ke-2 akan menjadi lebih baik dari harapan para pelaku pasar, maka hal ini bisa mendorong pergerakan yang ke arah yang lebih positif.

Namun jika terjadi hal yang sebaliknya, hal ini akan medorong pasar saham untuk melakukan yang namanya koreksi.

Pada sisi lainnya, sentimen positif ini juga datang dari adanya prediksi pasar yang terkait dengan dana pemulihan virus Covid-19 sebesar 750 miliar euro atau sekitar 861,70 miliar dollar Amerika Serikat dan akan disetujui oleh para negara – negara yang ada di Zona Eropa pada bulan juni ini.

Hans juga memproyeksikan kalay Indeks Harga Saham Gabungan memiliki peluang untuk konsolidasi menguat dengan support level yang ada pada level 5000 – 4964 serta resistance pada level 5076 – 5111.

Adajuga rekomendasi teknikal dari 3 perusahaan sekuritas untuk perdagangan pada Bursa Eek Indonesia di hari ini. Berikut datanya :

1.Panin Sekuritas

ACES rekomendasi beli dan tahan >1.500, TP 1.570 yang sampai dengan1.620.

ISAT rekomendasi beli dan tahan 2.500, TP 2.640 yang sampai dengan2.700.

MIKA rekomendasi beli 2.300 yang sampai dengan2.370, TP 2.500, stop loss <2.250.

2. Artha Sekuritas

PTPP rekomendasi buy 870 yang sampai dengan900, TP 1.080 – 1.120, stop loss 950.

SCMA rekomendasi buy 950 yang sampai dengan975, TP 1.350 – 1.400, stop loss 1.200.

JSMR rekomendasi buy 4.370 – 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3. Anugrah Mega Investama

BMRI rekomendasi beli kembali jika break level 5.500, TP 4.900 – 4.800, area sos di level 5.400 – 5.125.

INKP rekomendasi beli kembali jika break level 8.250, TP 7.300 – 6.700, area sos di level 8.075– 7.600.

ISAT rekomendasi beli kembali jika break level 2.700, TP 2.420 – 2.300, area sos di level 2.640 – 2.530.

Nah, itu tadi adalah informasi mengenai saham yang bisa kami informasikan kepada Anda. Semoga bagi Anda yang merupakan investor saham dapat senang dengan apa yang terjadi akhir – akhir ini. Karena saham kita kini semakin menguat dengan terus datangnya berita baik mengenai ekonomi yang tampak sedikit terjadi peningkatan.

Selain itu mari berdoa bersama agar covid-19 ini segera surut dan pergerakan ekonomi semakin lancar dan bisa meningkatkan kembali perekonomian di Indonesia.

Terima kasih sudah mampir ke Web kami, temukan informasi bermanfaat lainnya yang bisa kamu temukan seputar saham di sini.

Prediksi IHSG, Rekomendasi Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan akan bergerak menjadi menguat pada tanggal 9 Juli 2020 hari ini. Sedangkan sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di Zona hijau, dengan kenaikan yang mencapai 1.79%.

Hans Kwee, Direktu Anugerah Mega Investana mengatakan kalau penguatan dari Indeks Harga Saham Gabungan ini didorong oleh penguatan dari pasar global yang membayangi. Tapi pada negara bagian Florida di Amerika Serikat, kenaikan jumlah kasus dari Covid-19 membuat beberapa rumah sakit mengalami kewalahan untuk bisa menangani pasien yang terus bertambah.

Indeks memiliki peluang untuk menguat, tapi kalau dilihat secara umum seharusnya pasar menjadi sedikit khawatir, karena pada ada negara di Amerika Serikat yang mengalami kekurangan tempat rawat inap. Hans juga mengatakan kalau masalah kenaikan dari jumlah kasus Covid-19 ini merupakan hal yang menjadi sentimen negatif pada pasar modal.

Apalagi rencana dari Amerika Serikat untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yang diprediksi akan menimbulkan masalah kedepannya.

Pada sisi lainnya, Bursa saham Eropa diprediksi akan bergerak ke arah yang positif. Ini dikarenakan pemerintah memiliki rencana untuk mengsubsidi perusahaan yang kini mulai mempekerjakan kembali karyawannya. Juga akan memberikan berbagai stimulus lain, seperti misalnya pengadaan diskon makanan dan juga sebagainya.

Terdapat sentimen positif yang datang dari Sri Mulyani Indrawati, menteri keuangan kita yang berencana untuk meletakkan anggaran sampai Rp.48,8 triliun yang akan digunakan untuk perbankan, dalam program PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pada saat ini, terdapat 4 bank yang mengajukan klaim untuk dana talangan di program PEN yang bisa membantu sektor UMKM. Terdapat Bank Himpunan Bank Milik Negara, yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BPD Kaltimara.

Indeks Harga Saham Gabungan bisa saja menguat, namun pelaku pasar disarankan untuk melakukan realisasi profit terlebih dahulu. Rencana pemerintah itu dapat menjadi sentimen pasar, dikarenakan itu adalah pertahanan terakhir dari perbankan.

Menurut Hans juga, ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak di level support 5.000 sampai dengan 4.961 dan resistance di lebel 5.080 sampai ke 5.139. Ada juga rekomendasi teknikal dari 3 perusahaan sekuritas untuk perdagangan yang ada di Bursa Efek Indonesia pada hari ini. Berikut datanya:

Rekomendasi Teknikal Dari 3 Perusahaan Sekuritas

1. Panin Sekuritas

ITMG rekomendasi buy and hold >7.100, TP 8.000 sampai dengan 9.000.

KLBF rekomendasi buy and hold >1.500, TP 1.640 sampai dengan 1.700.

MTDL rekomendasi buy 1.410 sampai dengan 1.480, TP 1.500 – 1.750, stop loss <1.300.

2. Artha Sekuritas

PTPP rekomendasi buy 870 sampai dengan 900, TP 1.080 – 1.120, stop loss 950.

SCMA rekomendasi buy 950 sampai dengan 975, TP 1.350 – 1.400, stop loss 1.200.

JSMR rekomendasi buy 4.370 – 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3. Anugrah Mega Investama

MAPI area akumulasi 705 sampai dengan 745, TP 775 – 790, cut loss bila turun di bawah 691.

CPIN rekomendasi buy back jika break 6.750, TP 6.000 – 5.500, area sos di level 6.600 – 6.300.

INCO rekomendasi buy buy back jika break 3,300, TP 2.970 – 2.910, area sos di level 3.230 – 3.100.

Semoga informasi mengenai Saham hari ini bisa membantu Anda yang ingin mencari informasi mengenai saham. Lihat juga beberapa artikel kami yang lain untuk bisa menambah wawasan Anda mengani Saham.

Gerak Saham Rokok

Harga saham emitmen produsen rokok terlihat mayoritas tercatat menguat untuk perdagangan pada pagi hari ini. Sepertinya rencana dari pemerintah untuk menaikkan cukai rokok belum menjadi perhatian yang baik dari para investor.

Perdagangan di pagi hari ini hampir semua saham dari produsen rokok yang terdapat di Bursa Efek Indonesia menguat, berikut lebih jelasnya.

GGRM menguat menjadi 0.42%, HMSP menguat menjadi 1.48%, RMBA mengalami penguatan yang cukup besar yaitu 4.3%, dan terakhir ada WIIM sebesar 0.56%. Emitmen yang bergerak pada insutri rokok terlihat mayoritas hijau tipis. Kenaikan yang terjadi pada PT Bantoel International Inv. Tbk (RMBA) dengan kenaikannya yang sebesar 4.3%, namun total transaksi yang ada di RMBA pada hari ini hanya sebesar 24.000 dengan volum yang sebesar 1 lot jadi tidak mencerminkan pergerakan harga saham industri rokok yang sesungguhnya.

Lalu pada duo saham rokok yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan juga PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) tampak terjadi kenaikan yang tipis, yaitu masing – masing 0.37% dan 1.48%. Untuk GGRM berada pada harga Rp47.300/Unit dan untuk yang HMSP pada harga Rp1.710/Unit.

Pemerintah menerbitkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Dalam arah kebijakan kementrian keuangan dan disiapkan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau beserta dengan peningkatan tarifnya.

Di dalam RPJMN tahun 2020 – 2024, selain sudah ditetapkan visi misi, Presiden memberikan 5 arahan utama yang digunakan untuk strategi dalam melakukan 9 misi Presiden yang dikenal sebagai Nawacita Kedua, dan dalam rangka untuk mencapai sasaran visi Indonesia 2045.

Kementrian keuangan untuk mendukung implementasi visi dan misi Presiden ini telah mengeluarkan arah kebijakan penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang strateginya dengan melakukan reformasi fiskal melalui :

1) mendukung daya saing dengan target yang lebih realistis dan optimal, disertai dukungan terhadap perekonomian dan dunia usaha melalui insentif fiskal;

2) pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (core tax system) dan smart customs and excise system;

3) upaya intensifikasi dan ekstensifikasi baik obyek dan subyek pajak maupun perluasan barang kena cukai;

4) penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau (HT);

5) peningkatan tarif cukai HT;

6) penguatan kelembagaan penerimaan negara;

7) penyempurnaan regulasi PNBP, peningkatan kepatuhan dan intensifikasi pengawasan PNBP, peningkatan PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan kinerja Badan Layanan Umum (BLU), serta pengembangan layanan berbasis digital untuk meningkatkan PNBP;

8) penajaman belanja barang dan penguatan belanja modal;

9) memperkuat kualitas desentralisasi fiskal melalui pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa berbasis kinerja, serta perbaikan pengelolaan keuangan daerah yang efisien, efektif, dan akuntabel; dan

10) mendorong pengembangan skema pembiayaan yang inovatif dan inklusif dengan mengutamakan pendalaman pasar keuangan domestik.

Nah, arah kebijakan yang ada pada poin 4 dan di poin 5 kembali dituangkan pada arah kebijakan pelayanan kesehatan untuk menuju ke cakupan kesehatan semesta.

Pembahasan rencana kenaikan cukai rokok ini akan dibicarakan lebih jauh bersama dengan DPR sebelum akhirnya diputuskan. Namun sampai kini belum disampaikan ke DPR.

Para pelaku pasar kini tengah memantau sentimen lain yang sedang berkembang di pasar, perhatian investor tertuju pada rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia perjuni yang akan diumumkan pada pagi hari ini.

Kalau proyek itu terkonfirmasi, maka penguatan inflasi pada Juni lalu akan semakin jelas kalau selera kondumsi masyarakat kini kembali meningkat.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak menjadi menguat, hal itu membuat ada beberapa rekomendasi saham yang bisa dipertimbangkan untuk hari ini. Saat sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada zona dengan kenaikan yang mencapao 0.18%.

Indeks Harga Saham Gabungan dipengaruhi oleh kabar yang berhubungan dengan update dari obat covid-19 yang dikabarkan akan segera diproduksi pada akhir tahun ini. Ini sangat berpengaruh kepada kondisi Indeks Harga Saham Gabungan.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau sejak pertama kali pasien covid-19 ditemukan di Indonesia, pasar modal Indonesia menjadi kacau. Para regulator sudah mengupayakan segala hal dan mengeluarkan bermacam kegiatan, hanya saja hal tersebut tampaknya memang tidak mampu untuk menahan keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan juga mengalami tren penurunan yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari virus yang menyebar sangat cepat di China. Apalagi China merupakan negara yang memberikan penngaruh signifikan kepada ekonomi dunia.

Seperti pada 9 Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun sampai 6.5% pada level 5.136, hal ini merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi di Indeks Harga Saham Gabungan. Keadan ini membuat pada 10 Maret 2020 Bursa Efek Indonesia mengumumkan kalau diterapkan kebijakan penghentian dari perdagangan atau trading halt.

Disampaikan oleh Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee yang mengatakan kalau mungkin pasar saham pada hari ini akan menguat dikarenakan studi terbaru perihal tentang vaksin Pfizer dan BioNTech yang bisa segera diproduksi pada akhit tahun ini dengan 100 juta dosis dan akhir 2021 dapat diproduksi hingga 1.2 Miliar dosis. Nah, hal inilah yang menjadi sentimen positif pada pasar.

Sentimen positif dari hal ini juga dikatakan dapat menutup kondisi dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang tengah menunda pembukaan ekonomi dikarenakan oleh penambahan kasus Covid-19 yang meningkat hampir 100.000 perharinya.

Tapi untungnya berita negatif tersebut akhirnya setidaknya ditutupi oleh kabar akan diproduksinya vaksin di akhir tahun ini. Selain itu Hans juga memproyeksikan kalau Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak di level support 4.964 sampai pada level support 5.000 Bursa Efek Indonesia pada hari ini, yaitu antara lain :

1.Panin Sekuritas

Untuk ICBP dikeromendasikan untuk buy 9.100 sampai dengan mencapai 9.200, TP 9500 – 9700, stop loss <8925.

Untuk INKP dikeromendasikan untuk buy 6.000 sampai dengan mencapai 6.250, TP 6.450 – 6.650, stop loss <5600.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy dan hold  >4.310, TP 4.500 sampai dengan 4.600.

2.Artha Sekuritas

Untuk PTPP dikeromendasikan untuk buy 870 sampai dengan mencapai 900, TP 960 – 1000, stop loss  850.

Untuk SCMA dikeromendasikan untuk buy 950 sampai dengan mencapai 975, TP 1.250  – 1.270, stop loss 1.120.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy 4.370 sampai dengan mencapai 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3.Anugerah Mega Investama

Untuk BBTN direkomendasikan untuk buy back kalau break 1.320, TP 1.180 – 1.160, area SOS di level 1.295 sampai 1.250.

BMTR akumulasinya berada pada lebel 182 sampai dengan 193, TP 198 – 210, area cut loss bila turun level 178.

BWPT akumulasi pada level 87 sampai dengan 90, TP 94 – 99, area cut loss jika turun di level 95.

Semoga informasi mengenai saham hari ini bermanfaat untuk Anda.

Rekomendasi Saham Terbaru!

Bagi para inverstor, penting untuk mengetahui rekomendasi saham terbaru. Nah, Indeks Harga Saham Gabungan akan menguji leverl dari resistance 5000 untuk dlakukan pada sesi pertama. Pengujian ini dilakukan pada 28 Juni 2020.

Lanjar Nafi, Head of Research Reliance menjelaskan bahwa kalau secara teknikal, indeks Harga Saham Gabungan masih dalam jalur yang positif dan uptrend jangka menengah. Indeks tampak masih mengji support moving average 20 hari ini/

Mereka memperkirakan kalau IHSG akan terus bergerak terkonsolidasi di awal pekan depan dengan support resistance 4,835 – 5.010, inilah yang dikutip dari riset 28 Juni 2020. Lalu Lanjar juga mengatakan indikator Stokastik masih bergerak bearish dengan mementum dari RSI yang tampak melemah. Hal ini akan menahan pergerakan dari Indeks Harga Saham pada awl pekan secara teknikal. Namun meski demikian, pergerakan masih tampak cenderung positif selama kuat di atas uptrend line.

Selain itu Reliance Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham – saham yang bisa dcermati, yaitu PR Aneka Tambang (Persero) tbk atau ANTM, PT Harum Energy Tbk atau HRUM, PT Bank anamon Indonesia Tb atau BDMN, PT MItra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Sarana Menara Nusantara. Tbk atau TOWR, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, dan PT Unilever Tbk atau UNVR.

Lalu di pekan depan, investor juga akan diberikan data indikator ekonomi pada awal bulan yaitu indeks kinerja manufaktur PMI dan juga inflasi bulanan.

Dennies Christoper Jordan, selaku Analis Artha Sekuritas Indonesia mengatakan kalau pergerakan Indeks Harga Saham masih dapat dikatakan cenderung terbatas. Ia juga mengatakan kalau Investor masih khawatir dengan saat IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Jumlah kasus haran di COVID-19 jika dilihat secara global masih dikatakan tinggi dan mengkhawatirkan. Hal ini tidak akan membuat perekonomian dunia menjadi pulih secara cepat. Indeks akan bergerak dengan level support pertama 4.877 dan keuda 4.850 dan selanjutnya resistance pertama 4.936 dan yang kedua adalah 4.968.

Artha Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi Hold untuk beberapa saham berikut, seperti PT Surya Citra Media Tbk atau SCMA, dan PT Telkom Indonesia (persero) Tbk atau (TLKM). Mereka juga merkomendasikan speculative buy untuk PT Pembangun Peruahan (persero) Tbk atau PTPP.

Laju indeks Harga Saham gabungan yang kurang menggembirakan pada pekan lalu. Bisa dilihat dari total 5 sesi, indeks hanya menguat 2 kali. Yaitu sebesar 1,754% di hari rabu tanggal 24 juni 2020, dan sebesar 0,150% pada jumat 26 Juni 2020.

Pada akhir pekan lalu akhirnya Indeks Harga Saham menutupnya pada 7,358 poin ke level 4,904.088. Kapitalisasinya tercatat senilai Rp5.694, 460 triliun. Sisanya mereka harus berjibaku pada zona merah dan mengakhiri sesi dengan pelemahan.

Koreksi bahkan sempat mencapai 1,370% ke level 4.896,730 di sesi Kamis 25 Juni 2020. Meningkatnya kasus Covid-19 pada sejumlah negara menyebabkan pekanan bursa saham global dan tidak terkecuali pada Indonesia.

Proyeksi pada dana moneter internasional terkait dengan resesi yang jauh lebih dalam d 2020 dan juga pemulihan yang lebih lambat juga menjadi sentimen yang negatif.

IMF juga memprediksi kalau produk domestik bruto global akan menyusut pada angka 4.9% di tahun ini atau lebih dalam dari pada 3% yang dikeluarkan pada april 2020. Mereka juga memproyeksikan pertumbuhan hanya 5.4% di tahun 2021 atau dapat dikatakan turun dari prediksi yang sebelumnya yaitu 5.8%

Ciri Saham Gorengan

Kenali Ciri Saham Gorengan Sebelum Nyangkut

Istilah saham gorengan mungkin sudah terdengar taka sing lagi bagi investor yang telah lama bergelud di dunia saham.

Namun, untuk investor yang baru belajar, mungkin belum banyak yang mengetahui istilah ini. Saham gorengan adalah saham yang berkualitas jelek dan telah direkayasa oleh sejumlah pihak yang biasanya disebut sebagai bandar saham untuk mengeruk keuntungan jangka pendek.

Nah, untuk kalian investor yang baru bergabung di dunia saham, yuk kenali ciri-ciri saham gorengan agar tidak nyangkut dan tidak terjebak didalamnya.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Pada Perdagangan Hari Ini

MNC Sekuritas merupakan salah satu perusahaan efek yang didirikan pada tahun 1989 dan berada di bawah naungan PT MNC Kapital Indonesia TBK yang sekarang ini telah menjadi perusahaan efek local di Indonesia.

MNC Sekuritas sendiri seringkali memberikan rekomendasi saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor.

PTBA Dan BBRI Jadi Pilihan Saham Hari Ini

MNC Sekuritas merekomendasikan spekulasi untuk membeli saham PT Ciputra Development Tbk. Serok bawah atau buy on weakness saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Selain itu, mereka juga menyarankan untuk sell on strength saham PT PP London Sumatra Tbk. (LSIP) pada perdagangan hari ini, Rabu 24 Juni 2020.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup dengan koreksi 0,8 persen ke level 4.879 pada perdagangan Selasa 23 Juni 2020 kemarin.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan memasuki fase koresi untuk membentuk wave C ke area 4.400 – 4.500.

“waspadai support terdekat IHSG yang berada pada level 4.816 dan support penting di 4.712.” ungkap sekuritas.

MNC Sekuritas juga memperkirakan bahwa pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi ke arah 4.850 – 4.860.

Walaupun terbilang menguat, namun pergerakannya akan cenderung terbatas pada area 4.950 – 4.975 dengan level support 4.860 – 4.816 dengan resistance 5.020 dan 5.140.

Berikut ini merupakan beberapa saham pilihan MNC Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini:

1.CTRA – Spec Buy di Rp645

Pada perdagangan Selasa 23 Juni 2020 kemarin, CTRA terkoreksi sebesar 6,5 persen diikuti dengan tekanan jual yang besar juga.

Selama tidak terkoreksi melebihi Rp615, kami memperkirakan pergerakan CTRA saat ini merupakan bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A).

  • Spec Buy: Rp620-Rp645
  • Target Price: Rp750, Rp850
  • Stoploss: below Rp615

2.PTBA – Buy on Weakness Rp2,080

Pada Selasa 23 Juni 2020 kemarin, PTBA ditutup terkoreksi 2,3 persen ke level Rp2.080 dan tertahan di fibo 38,2 persen.

Kami memperkirakan PTBA saat ini sudah berada di akhir wave [a], dimana koreksi PTBA akan relatif terbatas dan berpotensi menguat untuk membentuk wave [b].

  • Buy on Weakness: Rp2.020-Rp2.080
  • Target Price: Rp2.200, Rp2.300
  • Stoploss: below Rp1.950

3.BBRI – Buy on Weakness Rp3.010

Pergerakan BBRI Selasa 23 Juni kemarin terkoreksi 1,6 persen ke level Rp3.010. Pada skenario biru, kami memperkirakan saat ini BBRI sedang berada di awal wave (c) dari wave [b], sehingga penguatan pada BBRI nantinya akan cukup pendek.

Namun, pada skenario merah kami, bila BBRI ternyata sanggup menguat di atas Rp3.200 maka BBRI akan membentuk wave (iii) dari wave [c].

  • Buy on Weakness: Rp2.900-Rp2.950
  • Target Price: Rp3.030, Rp3.060
  • Stoploss: below Rp2.800

4.LSIP – Sell on Strength* Rp875

LSIP menguat 1,2 persen pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih disertai tekanan beli. Kami memperkirakan saat ini LSIP sudah berada diakhir wave [v] dari wave C, dimana penguatan LSIP akan relatif terbatas dan rentan untuk terkoreksi.

Kami memperkirakan level koreksi LSIP terdekat berada pada area Rp820 dan idealnya Rp700.

  • Sell on Strength: Rp880-Rp920

Itulah beberapa rekomendasi saham menurut MNC Sekuritas pada perdagangan hari ini. Namun tentu saja rekomendasi ini masih harus diimbangi dengan pertimbangan oara investor saat ini.

Investor tetap harus berhati-hati akan adanya gelombang kedua virud pandemic yang akan berdampak pada perdagangan pasar lagi.