Kasus Jouska

PT Jouska Finansial Indonesia belum lama ini tengah menjadi sorotan karena kasus yang dianggap merugikan kliennya. Perusahaan penyedia jasa perencanaan keuangan ini memiliki masalah pada penempatan dana klien secara tidak baik.

Masalah ini terkuak karena terdapat keluhan dari klien di media sosial dan membuat masalahnya menjadi viral. Jouska dianggap mengarahkan klien untuk menandatangani kontrak pengolaan rekening dana investor atau RDI dengan perusahaan uang berafliasi dengan Jouska terkait dengan dana investasi.

Belakangan ini, PT Mahesa Strategis Indonesia yang merupakan perusahaan berafiliasi dengan Jouska, ternyata mmembuat kuasa untuk MSI melakukan penempatan dana kepada sejumlah portofolio investasi.

Dana ini akan dipakai untuk membeli saham dan juga reksadana, salah satunya adalah pembelian untuk PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Kemudian nilai dari portofolio tersebut anjlok, terutama untuk saham LUCK.

Karena itu Jouska dilaporkan oleh klien karena tuduhan penempatan dana yang membuat Klien menjadi merasa dirugikan. Selain itu di kasus ini mengandung unsur indiser Trading untuk pengolaan dana investasi.

Karena kejadian yang merugikan ini, CEO dari Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno, meminta maaf dap menegaskan kalau mereka akan memberikan masukan dan saran finansial para klien sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial mereka.

Pemberian masukan ini akan mengutamakan analisis tren ekonomi yang dilihat secara global, makro, dan industri. Menurutnya, ini sudah menjadi tanggung jawab utama dari seorang konsultan keuangan.

Setiap melakukan edukasi, para klien akan dibekali dengan pengetahuan yang dimulai dari analisis ekonomi global dan domestik, analisis industri, analisis laporan keuangan, dan analisis lain di dalam keputusan finansial.

Lalu di dalam tiap aktivitas yang ada di akun saham, para klien akan mendapatkan notifikasi perihal aktivitasnya dalam bentuk konfirmasi pada akhir waktu perdagangan bursa.

Aakar juga menyampaikan permintaan maaf ini melalui fitur IGTV yang berada di akun instagram pribadinya beberapa hari setelah kasus ini viral. Permintaan maaf itu untuk menanggapi beragam pemberitaan yang muncul karena keluhan dari klien yang rugi puluhan juta.

Di video tersebut, Aakar mengajak klien dan juga seluruh pihak yang bersangkutan untuk bisa mencari jalan tengah dari masalah ini dan memberikan solusi yang terbaik. Karena ia mengaku hidup dan berkembang pada lingkungan bisnis, masalah ini seharusnya bisa diselesaikan dalam cara bisnis juga.

Juru bicara Otoritas Jasa Keuangan, Sekar Putih Djarot mengataikan kalau Jouska bukanlah merupakan lembaga jasa keuangan, sehingga mereka tidak masuk dalam pengawasan OJK.

Meski demikian, OJK sudah berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasi untuk bisa menindaklanjuti laporan klien karena kasus Jouska yang masuk ke OJK.

Akhirnya Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan dari PT Jouska Finansial Indonesia yang melakukan usaha sebagai penasihat investasi atau agen perantara perdagangan efek tanpa izin.

Penghentian ini dilakukan setelah SWI menemukan beragam fakta perihal legalitas dan juga model bisnis dari Jouska. Mereka juga memanggil Aakar Abyasa selaku dari pemilik Jouska.

Selain itu, SWI juga menghentikan kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT amartha Investas Indonesia yang telah diduga melakukan kegiatan penasihat investasi, manajer investasi, dan merupakan perusahaan sekuritas tanpa izin.

SWI juga memblokir situs web, aplikasi, dan media sosial 3 perusahaan itu serta meminta Jouska untuk bertanggung jawab serta menyelesaikan semua masalah yang ada pada nasabahnya secara terbuka. Mereka diminta berdiskusi dengan para nasabah untuk menemukan jalan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *