IHSG

IHSG Diprediksi Menguat Sampai 5000. Kok Bisa?

Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa investor sebut dengan IHSG diprediksi akan menguat pada awal pekan, Senin 8 Juni 2020.

Indeks diperkirakan bergerak ke zona hijau setelah sekian lama berada di zona merah karena pandemi. Indeks menguat 0,63% di level 4.947 pada Jumat 5 Juni lalu.

IHSG Diprediksi Menguat Beberapa Hari Ini

IHSG
Analisis Panin Sekuritas, Willian Hartanto mengatakan bahwa IHSG hari ini berpotensi menguat ke level 4.811 hingga 5.020. secara teknikal, IHSG sudah menunjukkan tren peningkatan yang cukup pesat karena sudah e=melewati rata-rata pergerakan 5 hari terakhir.

Dengan sentimen tambahan dari Dow Jones diperkirakan hari ini IHSG akhirnya menembus garis resistance 5.000.

Ia juga merekomendasikan beberapa saham di sektor perbankan hingga telekomunikasi untuk dicermati oleh para investor pada perdagangan hari ini.

Sebut saja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Analisis Binaartha Sekuritas, M.Nafan Aji Gusta Utama juga berpendapat demikian. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak menguat secara teknikal.

IHSG

“ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang maju terus ke area resistance” katanya.

Menurutnya, pada area resistance IHSG hari ini akan berada di level 4.975 hingga 5.097. sedangkan area support berada di level 4.865 hingga 4.778.

Ada juga sejumlah saham yang ia rekomendasikanuntuk menjadi pertimbangan investor. Seperti PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Di sisi lain, analisis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengungkapkan IHSG berpotensi melemah karena tengah menguji resistance kuat di level 5.000.

IHSG

“Investor masih optimis akan ekonomi yang akan pulih dalam waktu cepat, namun secara teknikal saat ini berada dalam level jenuh beli dan berpotensi menggalami koreksi” katanya.

Oleh karena itu, ia memperkirakan indeks bergerak di level support antara 4.882 hingga 4.818. Sementara itu, area resistance ada di rentang level 5.012 hingga 4.979.

ia juga merekomendasikan sejumlah saham emiten untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Pemerintah sebelumnya akan memperpanjang kebijakan PSBB hingga akhir bulan disertai dengan fase transisi dan pembukaan kembali sektor ekonomi.

Sembilan sektor tersebut adalah pertembangan, perminyakan, industri konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

IHSG

Ketua pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mengatakan bahwa sektor tersebut akan dibuka kembali karena memiliki resiko penularan corona yang rendah.

“Namun, menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan” kata Doni dalam keterangan video.

Sementara itu, menteri Koordinator Perekonomian Airlanggan Hartarto menlai kehati-hatian pemerintah dalam menangani Covid-19 direspons positif oleh pelaku pasar.

Hal ini terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan IHSG yang bergerak mendekati 4.950 minggu lalu.

“Apa yang kita lihat hari ini di mana nilai tukar rupiah sudah di bawah Rp 14.000 per dollar AS dan indeks harga saham yang naik menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah dan Gugus Tugas berada pada jalur yang tepat,” ujar Airlangga.

Airlangga mengakui, nilai tukar maupun indeks akan berfluktuasi. Namun, bila melihat cadangan devisa di Bank Indonesia yang mencapai US$ 130 miliar, menurutnya menunjukkan adanya kepercayaan investor yang kuat kepada perekonomian Indonesia.

Karena itu, pemerintah akan menjalankan kebijakan pelonggaran dengan hati-hati untuk menciptakan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

Pemberian izin kepada daerah maupun industri untuk menjalankan new normal juga akan dilakukan secara seksama dan bertahap dengan terus memantau perkembangan kasus yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *