Category Archives: Saham

Broker Saham Luar Negeri Terbaik di Indonsia, Tertarik?

Kebanyakan broker saham yang ada di luar negeri tidak menerima nasabah yang berasal dari negara lain selain negara di mana mereka beroperasi. Namun, tidak semua begitu, karena kenyataannya terdapat beberapa broker yang tetap menerima nasabah luar negeri.

Tetapi kendala utama pada masalah ini juga terletak pada saat hendak membuka situs web broker, karena mayoritasnya terkena blokir dari jaringan internet Anda. Ini karena kominfo diminta oleh para broker lokal untuk memblokir situs broker luar negeri, karena mereka khawatir perusahaan mereka bisa tidak laku karena orang-orang lebih memilih untuk berinvestasi di luar negeri dan menggunakan broker luar.

Tetapi itu bukan berati membeli broker luar negeri merupakan tindakan yang ilegal dan kini banyak orang Indonesia yang meletakkan uangnya di bursa luar negeri. Itu sama halnya dengan orang dari luar negeri yang menempatkan dananya di bursa Indonesia, semuanya bagian dari diversifikasi.

Berikut ini adalah beberapa broker saham luar negeri terbaik yang bisa menerima nasabah dari Indonesia.

Broker Luar Negeri terbaik

1.Etoro

Negara Asal: CYPRUS

Bursa: USA, EROPA

Lisensi: FCA UK

Instrumen: Saham, ETF, Forex

Platform: Dekstop dan Mobile

Situs web: https://www.etoro.com/

Yang pertama ada ETORO, untuk para pemula disarankan untuk memilih Broker satu ini. Ketika memutuskan untuk membeli saham perusahaan dengan melalui ETORO, seperti hendak membeli saham TSLA, maka bisa benar-benar membeli dan juga mendapatkan dividen dari saham yang Anda miliki. Tetapi sayangnya tidak terlalu banyak pilihan saham yang ada di ETORO, yaitu hanya sekitar 2000 pilihan saham.

Selain itu ETORO bukan merupakan FINRA broker-dealer, melainkan merupakan kerja sama dengan broker-dealer FINLA. Untuk membeli saham di sini, miminum deposit yang dibutuhkan adalah 200 USD.

2. Tradestation

Negara Asal: USA

Bursa: USA

Lisensi: FINRA

Instrumen: Saham, ETF, Mutul Fund

Platform: Dekstop dan Mobile

Situs web: https://www.tradestation.com/

Kedua ada Tradestation yang juga merupakan Broker menerima nasabah dari Indonesia. Untuk setiap Trading, biaya yang dibutuhkan adalah $5 setiap tradenya. Tradestation merupakan perusahaan broker-dealer yang terdaftar di FINRA. Minimun deposit yang dibutuhkan untuk di Tradestation adalah 1000 USD.

3. Saxo Bank

Negara Asal: Denmark, Singapore, Autralia, Inggris

Bursa: USA, EROPA, CHINA, HONGKONG, SINGAPORE

Lisensi: FINRA

Instrumen: Saham, ETF, Warrant, Options, Futures, Forex, Mutual Fund

Platform: Dekstop dan Mobile

Situs web: https://www.home.saxo/

Broker yang menerima nasabah dari Indonesia berikutnya ada Saxo Bank. Mereka menyediakan instrumen yang bervariasi, seperti Saham, ETF, Warrant, Options, Futures, Forex, Mutual Fund, ini produk-produk yang rumit untuk para profesional. Selain itu mereka juga menyediakan saham dan ETF dari berbagai bursa besar yang ada di dunia. Minimum deposit dari Saxo Bank adalah sebesar 3000 USD.

4. Interactive Broker

Negara Asal: Amerika Serikat

Bursa: USA, EROPA, CHINA, HONGKONG, SINGAPORE

Lisensi: FINRA

Instrumen: Saham, ETF, Warrant, Options, Futures, Forex, Mutual Fund

Platform: Dekstop dan Mobile

Situs web: https://www.interactivebrokers.com.hk/en/home.php

Bisa dikatakan Intercative Broker merupakan salah satu broker luar negeri yang paling sering digunakan oleh orang Indonesia agar bisa berinvestasi pada bursa luar negeri, seperti pada Nasdaq, S&P, serta beberapa bursa lain seperti di Inggris, Jerman, serta Perancis. Interactive Broker merupakan dealer resmi yang sudah terdaftar langsung di FINRA. Minimum deposit yang dibutuhkan adalah 10000 USD.

Nah, itulah beberapa broker luar negeri yang menerima nasabah Indonesia. Tertarik mencobanya?

Bagaimana cara membaca grafik yang ada di Bursa Efek?

Para pemula kerap kali kesulitan untuk bisa membaca grafik di Bursa efek, sehingga mereka kerap kali salah mengira dengan keadaan yang terjadi. Ini sebabnya, kami akan membantu Anda untuk bisa membaca grafik Bursa Efek.

Grafik Line Chart hanya merupakan grafik yang memuat data harga pada penutupan perdagangan dengan bentuk garis. Sementara untuk bar chart atau candlestick chart, memuat data berupa harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

Untuk grafik candlestik memang lebih mudah untuk dipahami dan dibaca kalau dibandingkan dengan grafik bar. Lalu keunggulan yang dari candlestick adalah bisa menampilkan psikologi pasar melalui tampilannya yang lebih mudah untuk dibaca.

Banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan candlestick chart untuk melihat platform Trading yang sedang digunakan, karena lebih jelas dan mudah dipahami.

Sekarang ayo kita lihat bagaimana cara untuk memahami grafik harga.

Pada semua instrumen finansial, setiap saat harga bisa bergerak naik dengan cepat, bisa juga dengan cepat grafik tersebut turun. Pada dunia Trading, Anda harus bisa memahami istilah-istilah yang disebutkan untuk hal-hal seperti itu.

Trend adalah sebuah periode yang di mana harga bergerak naik, lalu menuju ke suatu arah tertentu. Bisa dengan naik dan turun. Lalu Range, merupakan periode yang di mana harga bergerak di ruang sempit, atau bahkan bergerak secara mendatar.

Bullish, Uptrend, dan Rally, istilah yang sama untuk menyebutkan harga tengah bergerak naik. Sedangkan untuk Bearish dan Downtrend adalah istilah untuk harga yang bergerak turun.

Mungkin ada saat di mana harga bergerak turun, atau downtrend, lalu untuk waktu tertentu seketika bergerak sideways atau lurus, dan setelah itu akan mengalami kenaikan atau Uptrend.

Perhatikan juga kalau meski sebagian besar tengah terjadi Bearish saat ditandai dengan garis merah, ada sebuah rumor minus uptrend di dalamnya yang ditandai dengan garis biru. Harga dapat memiliki harga yang primary trend , secondary trend, dan juga minor trend.

Kita dapat memiliih chart dengan periode waktu pada setiap platform Trading kita, seperti :

    M1 = 1 menit

    M5 = 5 menit

    M15 = 15 menit

    M30 = 30 menit

    1H = 1 jam

    4H = 4 jam

    1D = 1 hari

    1W = 1 minggu dan

    1M = 1 bulan

Selain itu ada juga grafik yang memberikan gambaran perihal sebuah grafik harga yang bisa membantu menentukan posisinya di mana saat hendak akan melakukan Trading.

Meski ada grafik yang tampak tengah terjadi downtrend, lebih baik dipertanyakan, apakah memang sedang terjadi downtrend. Ini bisa dipastikan dengan melihat chart dengan periode yang lebih panjang.

Lalu, trend mana yang harus diikuti? Untuk menentukan ini, pastikan dulu Trader seperti apakah Anda. Karena penentuan trend dapat berbeda pada setiap Trader. Ketika ingin melakukan transaksi, menentukan trend dianggap menajadi hal yang sangat penting.

Kita harus tahu dengan jelas mengenai posisinya, sehingga bisa menggunakan time frame yang jelas. Saat Trading untuk bisa melakukan transaksi jual beli, bisa manfaatkan 2 buah chart secara langsung.

Chart pertama dapat digunakan sebagi petunjuk dalam membeli dan menjual. Sedangkan untuk yang kedua dapat memanfaatkan chart dengan periode lebih panjang agar bisa tahu trend yang tengah terjadi.

Jadi, apakah menjadi lebih paham dalam membaca saham?

Rekomendasi Saham 25 Agustus 2020

Indeks Harga Saham Gabungan di tutup pada zona hijau, tepatnya pada level 5.277,04. Ini naik sebesar 0.08% jika dibandingkan dengan yang sebelumnya. IHSG didorong oleh rencana dari pemerintah yang memberikan stimulus untuk para UMKM.

Nilai transaksi harian bursa mencapai angka Rp9.30 triliun dan volumenya sekitar 15.27 miliar unit saham dan frekuensinya 780.036 kali.

Ini menyebabkan investor asing membukukan jual bersih atau net sel dengan melepas saham dari TLKM, BBNI, dan juga BMRI. Mereka lalu memilih untuk memborong saham dari BBRI.

Pada sisi lain, pergerakan dari IHSG juga didorong oleh Amerika serikat yang mengalami penurunan jumlah kasus Covid-19, sehingga mengakibatkan pasar AS menjadi mengalami kenaikan. Mereka melakukan pengobatan dengan menggunakan plasma darah yang dinilai bisa meningkatkan kesembuhan dari pasien Covid-19.

Selain itu rekomendasi dari perusahaan sekuritas untuk perdagangan yang ada di Bursa Efek Indonesia, seperti berikut ini :

  • Artha Sekuritas

CTRA direkomendasikan buy 650 – 670, TP 700 – 720, stop loss <630.

MAPI direkomendasikan buy 700 – 720, TP 750 – 780, Stop Loss 680

MDKA direkomendasikan buy 1.850 – 1.800, TP 2.000 – 2.050, stop loss 1.800.

  • Anugerah Mega Investama

ELSA area terakumulasi di level 236 – 246, TP 254 – 259, cut loss kalau turun di bawah level 231. FREN area terakumulasi di level 96 – 113, TP 108 – 125, cut loss kalau turun di bawah level 94. BNLI direkomendasikan buy back jika break 1.330, TP 1.210 – 1.180, area sos di level 1.305 – 1.260.

  • Panin Sekuritas

ADES direkomendasikan buy and hold >1.120, TP 1.275 sampai 1.330.

CTRA direkomendasikan buy 700 sampai dengan 725, TP 745 – 810, stop loss <675

ICBP direkomendasikan buy on breakout 10.275, TP 10.625 sampai dengan 11.100, stop loss <9.925

Selain itu ada juga rekomendasi saham dari pilihan sejumlah broker:

1.MNC Sekuritas – IHSG Lanjutkan Penguatan

Bila IHSG dapat menguat di atas level 5.330, maka diperkirakan kalau target dari penguatan IHSG di area 5.400, sehingga bis membentuk wave (C) dari wave 5.

Tetapi harus tetap diwaspadai support atau batas bawah yang terdekat IHSG, yaitu di level 5.220 dan 5.119. kalau IHSG bisa menembus support tersebut setelah terkoreksi, maka pergerakan selanjutnya nantinya akan menuju pada area 5.070-5.100 terlebih dahulu.

  • ACES
  • SMRA
  • ADRO
  • MEDC

2.Erdhika Sekuritas – Tertuju pada The Fed

Tanggapan yang diberikan oleh Jerome Powell, Gubenur The Fed yang memberikan tanggapan pada perekonomian AS membuat perhatian pasar tertuju padanya. Powell diperkirakan nantinya akan memberikan stimulus moneter yang bisa membantu pemulihan perekonomian di Amerika Serikat.

  • TOWR
  • BBKP
  • BRIS
  • ASII

3. Reliance Sekuritas – Pengembangan Vaksin Covid-19

Fokus para investor kini teralihkan pada potensi dari pengembangan vaksin, seiring dengan kembalinya pembukaan ekonomi. Setidaknya sudah hampir mencapai kesepakatan untuk memasok 80 juta dosis vaksin ke Eropa, karena penyebaran kasusnya yang semakin cepat berkembang di Eropa.

  • RALS
  • PGAS
  • MEDC
  • ASII

4. Mega Capital Sekuritas – IHSG Berbalik Melemah

IHSG kemarin ditutup dengan menguat tipis di level 5.277. Indeks ini memiliki potensi melanjutkan konsolidasi bergerak menuju support atau batas bawah pada level 5.235. Stochastic mulai bergerak dengan meninggalkan wilayah overbought memiliki potensi kalau indeks melemah. Tetapi kalau indeks ini berbali menjadi menguat, bisa menuju 5.355. Kini indeks diperkirakan kembali bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terbatas di rentang 5.235-5.355.

  • MEDC
  • WIKA
  • SMRA
  • AKRA

Saham Grup MNC Murah? Cek Fakta Ini!

Lo Kheng Hong, Investor kawakan ini akhirnya mengungkapkan alasan kenapa ia melakukan induk usaha bisnis media dari Grup MNC. BMTR merupakan induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Sedangkan untuk MNCN mereka memegang beberapa lini bisnis media, seperti misalnya RCTI, iNews, MNC TV, Radio, sampai ke media cetak.

Meski tengah berada di tengah pandemi, BMTR masih menjadi perusahaan yang bagus. Mereka bahkan masih bisa membukukan laba hingga Rp 551 miliar dan valuasi BMTR juga murah, itulah yang dikatakan oleh Lo Kheng Hong.

Diketahui kalau Lo Kheng sendiri merupakan salah satu investor dengan tipe value investing atau berbasis nilai pada Bursa Efek Indonesia. Bahkan investor satu ini memiliki julukan Warren Buffet-nya Indonesia karena ia berhasil meraup keuntungan dengan memilih saham dengan fundamental yang baik serta valuasinya yang murah.

Tetapi apakah benar kalau usaha MNC Grup ini sudah murah seperti apa yang Lo Kheng katakan?

Untuk saham BMTR ini, jika melihat dari perbandingan pada nilai buku dengan harga saham, BMTR harga sahamnya memang tergolong murah, yaitu sebesar 0.41 kali berada di bawah rata-rata industri media yang memiliki PBV sebesar 1.1 kali.

Namun ternyata BMTR memiliki intangible Asset yang besar. Ini wajar karena BMTR merupakan induk dari perusahaan media Grup MNC. Intangible Asset sediri merupakan aset yang di mana kalau perusahaan mengalami kolaps, aset ini tidak bisa diuangkan secara langsung. Biasanya aset ini berupa hak siar, hak Merk, hak cipta, hak paten, goodwill, dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan jika menggunakan Prince to tangible bobok value, valuasinya berada pada angka 0.55 kali.

Selanjutnya pada rasio Price Earnings Ratio, yang dibandingkan rasionya adalah laba bersih perusahaan dalam satu tahun dengan harga pasarnya. Dengan demikian PER BMTR akan berada pada kisaran 4.4 kali, sedikit lebih rendah dari rata – rata industri media yaitu PER berada di angka 4.6 kali.

Namun daya tarik dari BMTR, yaitu kemampuan mereka untuk bertumbuh. Industri yang dianggap pertumbuhannya cukup lambat adalah media, sedangkan BMTR unggul dalam sektor ini. Selama 5 tahun terakhir pendapatan dari BMTR bisa tumbuh hingga 4% per tahunnya.

Jika menggunakan metode valuasi PBV, PER, dan kita lihat dari pertumbuhan perusahaan, dapat dikatakan kalau saham dari BMTR memang murah kalau dibandingkan dengan saham dari industri media yang lain.

Namun, bagaimana kalau valuasi anak usaha yang lebih terkenal yaitu MNCN yang menjadi anggota indeks LQ45, yaitu indeks dengan konsisten saham yang memiliki likuiditas perdagangan mumpuni serta kinerja dari perusahaan yang baik.

Kalau dengan menggunakan metode valuasi PBV, maka dapat dikatakan kalau harga MNCN sudah tergolong pada harga wajar, karena PBV MNC di kisaran 1.04 kali jadi hanya sedikit lebih buah dari pada rata-rata industri media yang mempunyai PBV 1.1 kali.

Tetapi daya tarik saham MNCN ini muncul pada kemampuan pertumbuhan laba perusahaan yang selama 5 tahun terakhir ini, bahkan berhasil tumbuh menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan induk usahanya. MNCN berhasil meningkat 4.4% pertahunnya, jauh berada di atas pertumbuhan rata-rata laba pada Industri media yang saat ini mungkin hanya berada pada kisaran 1.1%. Jadi, apakah menurut Anda analisis dari Lo Kheng Hong benar?

Aplikasi Trading Saham Yang Bisa Dijadikan Acuan Anak Muda

Investasi Saham adalah salah satu pilihan para pemuda yang ingin belajar berbisnis dengan hasil besar. Jika dari awal kita sudah paham akan hasil yang menggiurkan tentu saja didalamnya terdapat resiko tinggi.

Makanya trading atau investasi tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Kadang kalian juga membutuhkan orang yang lebih ahli untuk mengajari kalian berinvestasi. Jika memang belum memumpuni kalian mungkin bisa mencari orang sebagai konsultan keuangan anda saat sudah mulai berbisnis di bidang Investasi ini dengan serius.

Aplikasi Trading Saham

Nah ada baiknya anak muda belajar sejak dini untuk menguasai bisnis jenis saham. Caranya bagaimana? Sekarang ini sudah ada yang namanya aplikasi untuk melakukan trading saham. Beberapa aplikasi tersebut cukup memumpuni dalam hal membantu ilmu trading saham. Bahkan jika beruntung kalian bakal bisa menghasilkan beberapa uang asli untuk diputarkan lagi dalam bermain judi di SBOBET Gold .

Disana kalian bisa belajar bagaimana cara trading aman dan benar. Jadi sebelum kalian investasi emas ada baiknya kamu tau ilmu dasar bertransaksi saham ini. Berikut adalah beberapa aplikasi yang cocok buat belajar Trading Saham!

RTI Bussiness

Aplikasi RTI Bussiness ini memang sudah dianggap sangat membantu investor dalam melakukan analisa. Dengan fitur lengkapnya mampu membuat para trader menjadi lebih mudah memahami fundamental. Disana kamu bisa melihat gambaran kinerja pada suatu perusahaan dalam jangka waktu 5 tahun terakhir. Data Income statement, balance sheet, cash flow, earnings, profitability, hingga growth.

Kalian bisa melihat detail transaksi saham pada hari dan histori pergerakan saham dalam sebulan. Adapun fitur calender dimana kalian bisa memantau perusahaan lain. Nah fitur yang satu ini sangat membantu para pemula, yaitu Simulations Trading. Yap, kamu bisa belajar dari sini seolah-olah kalian sedang betul-betul melakukan transaksi.

Stockbit

Kalau stockbit sendiri memang bertujuan untuk berbagi ilmu dalam berinves. Didalamnya terdapat Demo Trading Saham yang sesuai dengan pergerakan bursa saham di Indonesia secara real. Adapun fitur khusus untuk pengguna nya melakukan investasi online yang sesungguhnya. Pengguna disana bisa saling berdiskusi dengan user lainnya sehingga kamu tidak ketinggalan informasi saham terbaru. Stockbit juga memiliki fitur yang persis seperti RTI yaitu adanya data keuangan korporasi dan jadwal pergerakan para perusahaan tersebut.

Saham Sepekan ke Depan Melemah, Saham Astra Jadi Rekomendasi?

Indeks Harga Saham Gabungan di saham Bursa Efek Indonesia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan mengawali pekan lalu dengan kejatuhan yang bisa dikatakan cukup dalam, yaitu sampai 2,78% menjadi 5.006,22 di hari Senin (3/8). Tetapi pada hari Selasa (4/8), Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,37%. Setelahnya naik 1,03% dan 1% selama dua hari berturut. Sementara di akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,66% menjadi 5.143,89.

Kalau dihitung – hitung di dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0.11% sepanjang pekan lalu. Tekanan ini juga ada dari ivestor asing yang terus berlanjut. Sepanjang pekan, dana asing sudah keluar Rp3,3 trilius dari pasar saham.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menilai kalah IHSG sepanjang pekan akan bergerak konsolidasi melemah [ada area support di rentang 4.982 sampai ke 5.233. Sedangkan untuk resistance pada rentang 5.300 – 5.250.

Angga support sendiri merupakan level yang diperkirakan menahan koreksi indeks atau harga dari saham. Sedangkan Resistance merupakan level yang akan diproyeksi bisa menghentikan kenaikkan indeks atau harga dari saham.

Terdapat beberapa sentimen yang memungkinkan akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan di pekan ini, diantaranya investor yang khawatir mengenai gelombang kedua dari Covid-19. Itu dipicu oleh lonjakan kasus di Amerika Serikat, negara – negara Afrika dan Amerika Latin.

Sentimen negatif lain ada berasal dari konflik antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. Bahkan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melarang negaranya untuk melakukan interaksi dengan dua raksasa teknologi asal Tiongkok, yaitu ByteDance dan Tencent selama 45 hari.

ByteDance sendiri merupakan perusahaan yang menciptakan aplikasi TikTok dan Tencent yang membuat aplikasi WeChat. Itu membuat pasar khawatir kalau Tiongkok akan membalas dengan melakukan pemblokiran pada aplikasi dari Amerika Serikat, seperti Apple atau Microsoft.

Meski demikian, masih terdapat banyak sentimen positif yang bisa menopang laju dari Indeks Harga Saham Gabungan, yaitu rencana dari paket stimulus Amerika Serikat yang mengantisipasi pandemi Covid-19. Hans memproyeksi kalau indeks bergerak menguat saat stimulus disepakati. Tetapi kalau tidak disepakati dan negosiasi akan berlangsung dengan lama, maka pasar akan merespon dengan cara yang negatif.

Sentimen positif juga datang dari data lapangan kerja Amerika Serikat juga Laba Korporasi negara itu yang tampak lebih membaik dari perkiraan pelaku pasar. Ini menjadi pedorong kenaikan indeks di dalam beberapa pekan ke depan.

Dari dalam negeri, menurut Hans, pasar meletakkan perhatian di harapan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga pada tahun ini. Harapannya didapat dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan.

Pada sisi lainnya, analisis Binaartha Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta Utama, menilai kalau Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak menurun. Ini berdasar kepada analisis secara teknikal di mana Indeks Harga Saham Gabungan memiliki potensi untuk mengarah ke daerah support terdekat.

Ada beberapa saham yang bisa menjadi pilihan, Seperti Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Ciputra Development Tbk (CTRA), Bekasi Fajar Tbk (Best), Jasa Marga (JSMR), dan juga Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sebaliknya, analisis Pania Sekuritas, William Hartanto, memperkirakan kalau Indeks Harga Saham Gabungan hari ini akan bergerak mixed dan cenderung menguat di dalam kisaran 5.122 – 5.184. Potensinya secara teknikal penguatan lanjutan di pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Kesalahan Berinvestasi Saham Harus Dihindari

Saham adalah jenis investasi yang memiliki tingkat resiko tinggi, namun return yang didapatkan bisa tinggi juga. Skala perbandingan antara resiko dengan keuntungannya tidaklah jauh berbeda. Selain itu naik turunnya saham bisa terjadi hanya dalam hitungan jam, sehingga perhitungannya wajib diperhatikan dengan baik. Terkadang orang – orang tidak berhati – hati dan membuatnya menjadi gagal dalam melakukan ivestasi saham.

Untuk Anda yang ingin memulai melakukan investasi saham, sebaiknya coba perhatikan apa saja kesalahan investor dalam melakukan investasi saham. Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam berinvestasi saham.

Kesalahan Berinvestasi Saham

1.Hanya terpaku di satu saham

Hanya terpaku di satu saham sangat berbahaya karena dapat membuat investor menjadi tidak rasioal dalam menilai sahamnya. Saat seorang investor sudah mulai menyukai satu saham, ia cenderung mengabaikan hal – hal buruk yang kemungkinan terjadi. Ia juga biasanya hanya ingin mendengar hal baiknya saja.

Coba gunakan saham sebagai media yang bisa menuntun Anda pada tujuan keuangan, tetapi jangan sampai terpaku kepada saham. Karena nantinya Anda akan melepas saham tersebut untuk bisa memenuhi tujuan keuangan.

2.Tidak Paham Fundamental

Fundamental perusahaan seharusnya dapat menjadi sebuah analisis mendasat di dalam mengambil keputusan untuk membeli saham. Tapi sayangnya kini banyak investor lebih gemar melihat tren yang sesaat di dalam analisis teknikal.

Keinginan untuk menghasilkan profit yang cepat di pasar modal, membuat para investor saham cenderung mengabaikan fundamental perusahaan. Padahal dari laba rugi perusahaan yang merupakan pemicunya sangatlah tergantung di fundamental perusahaan. Anda bisa membayangkan jika resiko yang mengancam investor di sisi fundamental diabaikan.

3.Mudah Untuk Putus Asa

Mempunyai saham itu berarti memiliki sebagian kecil persentase pada sebuah bisnis. Investasi saham bisa dianalogikan dengan berbisnis. Setiap orang yang melakukan investasi saham harus siap dengan resiko yang ada, yaitu ketidakpastian. Itu artinya, siap untuk bisa mendapatkan keuntungan, tapi juga siap pada resiko kerugiannya.

Hal itu membuat para investor harus memiliki sifat yang tidak mudah untuk berputus asa. Coba belajar dari kesalahan yang sudah diperbuat, jadi akan semakin membaik kedepannya.

4.Terjebak Saham Murah Tanpa Potensi.

Hampir semua investor pasti ingin memiliki daham dengan harga murah dan juga bisa dijual dengan harga tinggi. Tetapi sayangnya, banyak investor yang menyalah pahami strategi satu ini. Banyak diantara mereka yang mengambil saham murah, namun bukan berasal dari perusahaan yang bagus. Peluang untuk bisa mendapatkan keuntungan lebih besar jika memilih membeli saham unggul tetapi dalam jumlah sedikit, dari pada saham ribuan dengan harga recehan.

5.Takut Membeli Saham Saat Pasar Turun

Kondisi ekonomi bergerak dengan tidak menentu membuat harga saham turut menjadi korban. Biasanya saat ekonomi memburuk, bursa saham akan lesu dan investor akan pesimis. Padahal jika diperhatikan, pasar yang bearis akan menawarkan investasi saham yang bagus namun murah. Misalnya di tahun 2016 saham komuditas batu bara sedang jatuh di bawah ekuitas. Tetapi ketika ekonomi sedang memabaik, saham – saham ini kembali ikut naik. Untuk para pelaku investasi pintar, ini merupakan sebuah peluang yang baik.

Nah, itulah beberapa kesalahan yang perlu dihindari oleh para investor, khususnya pemula. Jangan langsung mencap saham sebagai investasi yang negatif karena kesalahan kita sendiri. Sebaiknya pelajari terlebih dahulu siasat – siasat yang perlu di jalankan saat mencoba investasi saham, jangan menyesal setelahnya.