Category Archives: Pengetahuan Saham

MENGENAL ISTILAH-ISTILAH DALAM SAHAM

Saham merupakan suatu investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang kini memulai berinvestasi pada saham. Karena sifatnya jangka panjang, keuntungan yang akan di peroleh pun tak secepat dengan menabung biasanya. Banyak juga yang belum mengerti bagaimana sistem saham itu bekerja. Nah untuk mempelajari semuanya, kita kupas satu persatu yuk karena memang banyak sekali istilah yang orang-orang awam belum ketahui.

Investasi saham bisa dibilang investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh semua orang. Terlebih membeli saham tak perlu langsung terlalu banyak, kecuali memiliki uang yang cukup. Harga saham di pasaran akan naik jika indeks harga sahamnya terjadi peningkatan. Namun semua ini tak selalu meningkat karena setiap tahunnya kan terjadi fluktuasi apakah naik atau turun.

Saham sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu saham biasa dan saham preferen. Untuk saham biasa yaitu kepemilikan atas klaim perusahaan beserta isinya, saat kita membeli saham saat itulah kita menjadi pemilik perusahaan, namun dibalik itu semua ada risiko yang sangat besar untuk di tanggung. Sementara saham preferen yaitu berupa obligasi yang idamana keuntungannya berapa bunga.

Berbicara soal saham, kita selalu mendengar yang namanya dividen, deviden ini merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen ini menjadi sumber utama dalam memperoleh keuntungan, namun tak selalu dividen dibagikan kepada pemegang saham. Karena ada perusahaan yang sengaja melakukan laba ditahan untuk membantu biaya operasional di periode berikutnya, ada pula dividen yang dibagikan. Dividen yang dibagikan juga tak akan pernah sama, karena setiap perusahaan (apalagi perusahaan produksi) akan selalu mengalami untung dan rugi. Lalu pembagian jumlah laba pun tergantung kepada berapa posi kepmeilikan kita terhadap saham perusahaan.

Darimana keuntungan yang kita dapat dari berinvestasi saham? Untuk yang pemula, pasti kalian hanya mengetahui keuntungan berasal dari dividen saja. Padahal Kenaikan harga saham di pasar pun bisa menjadi sumber keuntungan. Karena saat perdagangan saham dilaksanakan pasti akan ada sesi tawar menawar antara pemegang saham, calon pembeli dan yang memiliki barangnya.

Keuntungan bisa diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli. Tentunya semua itu memiliki plus minus tersendiri. Tapi keuntungan bisa lebih terasa terjadi kenaikan harga sama dan kamu memutuskan untuk menjualnya. Disisi lain, setelah saham tersebut dijual, kamu pun tak bisa merasakan keuntungan setelahnya.

Didalam informasi tentang saham, kamu pun harus mengenal yang namanya IPO atau Initial Public Offering. IPO ini mengartikan bahwa perusahaan dagang ini sudah go public yang artinya siapapun bisa membelinya jika sudah melalui berbagai persyaratan. Setelah itu perusahan tersebut akan tercatat di Bursa Efek Indonesia dan akan dipublikasian tentang informasi/data penting mengenai perusahaan. 

Lalu ada istilah lainnya yang paling sering disebut yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI merupakan suatu instansi yang mendukung kegiatan perdagangan saham. Perusahaan ini pun bukan perusahaan yang bertujuan mencari untung, namun mereka menjamin seluruh fasilitas dalam perdangan efek. Mereka memiliki website resmi yaitu www.idx.co.id yang bisa diakses oleh siapapun. Didalamnya pun terdapat informasi lengkap seputar perusahaan dari laporan keuangannya hingga informasi yang paling detail. Website inipun merupakan website resmi yang terdapat list perusahaan resmi yang tercatat dan sudah masuk ke pasar perdagangan efek.

Informasi yang kami berikan kali ini masih belum lengkap dan tentunya masih banyak istilah-istilah penting yang harus kalian ketahui. Segini dulu ya penjelasannya, semoga membantu!

Saham Turun Drastis? Jangan Panik, Yuk!

Kondisi ekonomi yang ada di Indonesia sepertinya sama halnya seperti kehidupan, ada kalanaya bisa naik dan ada kalanya bisa turun. Sama seperti ekonomi, pasar modal pun bisa terjadi kenaikan dan penurunan.

Penurunan pasar modal pernah terjadi di tahun 1998, kita semua tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kala itu Indonesia mengalami krisis finansial yang mmebuat Indonesia mengalami inflasi hinngga 58%. Indeks Harga Gabungan Saham kala itu pun terjun hingga pada level 398.

Bukan hanya itu saja, karena kondisi yang sama juga terjadi pada tahun 2008, di mana kondisi ini terjadi karena adanya skandal Sub-prime mortage yang ada di Amerika Serikat dan membaut pasar modal yang terdapat di seluruh dunia mendadak menurun drastis bahkan kolaps.

Nah, kini yang tengah kita hadapi saat ini adalah penyebaran virus corona yang terjadi di tahun 2020. Ini menimbulkan kekhawatiran secara global di mana sangat berimbas negatif kepada pasar saham yang terdapat di Indonesia.

Awal mula diumumkannya terdapat 2 pasien Corona di Indonesia, tepatnya pada bulan Maret lalu, banyak investor asing yang memilih untuk menarik modalnya dan melepas kepemilikan investasi mereka dengan beralih pada aset aman, seperti emas dan surat hutang.

Selain itu mereka juga mulai untuk melepas kepemilikan investasi yang ada di Bursa Efek Indonesia. Tetapi jangan khawatir, lakukanlah cara bijak ini jika sedang hadapi kondisi saham yang tidak baik.

Tips Hadapi Kondisi Saham Kurang Baik

1.Tunggu Sampai Kepanikan Mereda

Sudah merupakan hal yang biasa ketika terjadi penurunan saham banyak yang menyebarkan sentimen negatif. Pada kondisi tersebut, banyak orang yang melakukan panic selling.

Tetapi meski demikian, pada kala itu juga banyak yang melakukan serok saham. Tetapi harus diperhatikan, karena membeli saham yang jatuh itu hampir sama saja dengan Anda menangkap sebuah pisau, karena sesekali Anda juga bisa terluka.

Sebabnya, lebih baik untuk tunggu hingga harga saham mulai kembali stabil. Kepanikan yang ada di pasar saham pasti akan selalu berujung, kok. Ketika nantinya saham mulai kembali menjadi warna hijau, Anda mulai bisa membeli saham-saham dengan harga yang biasanya didiskon.

2.Tetap Simpan Sahamnya

Hal lain yang bisa dilakukan ketika sedang terjadi penurunan harga saham adalah tetap simpan saham yang sudah Anda miliki. Apalagi jika saham tersebut merupakan saham Big cap atau Blue chips, yaitu saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar dengan fundamental yang baik.

Saham-saham yang termasuk di dalam kategori ini adalah mereka yang memiliki angka kapitalisasi sudah lebih dari Rp40 triliun. Atau Anda bisa mengacu kepada LQ45.

Indeks saham satu ini memiliki isi 45 emitmen dan sudah melewati proses seleksi likuiditas pasar yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Saham dengan Big Cap masih bisa Anda simpan karena saham dengan jenis ini lebih cepat rebound setelah terjadi penurunan.

3.Selalu Pegang Dana Liquid

Terakhir yang kami sarankan adalah seberapa benayk pun Anda yakin dengan portofolio saham yang Anda miliki, maka pastikan untuk memiliki dana likuid yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu pastikan juga kalau Anda memiliki cashflow yang tidak terganggu saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan di pasar. Jadi setidaknya harus bisa tetap makan jika kondisi pasar tengah bergejolak/

Nah, itulah beberapa tips yang harus Anda lakukan jika terjadi saham turun. Jangan panik, ya!