Monthly Archives: August 2020

Bagaimana cara membaca grafik yang ada di Bursa Efek?

Para pemula kerap kali kesulitan untuk bisa membaca grafik di Bursa efek, sehingga mereka kerap kali salah mengira dengan keadaan yang terjadi. Ini sebabnya, kami akan membantu Anda untuk bisa membaca grafik Bursa Efek.

Grafik Line Chart hanya merupakan grafik yang memuat data harga pada penutupan perdagangan dengan bentuk garis. Sementara untuk bar chart atau candlestick chart, memuat data berupa harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

Untuk grafik candlestik memang lebih mudah untuk dipahami dan dibaca kalau dibandingkan dengan grafik bar. Lalu keunggulan yang dari candlestick adalah bisa menampilkan psikologi pasar melalui tampilannya yang lebih mudah untuk dibaca.

Banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan candlestick chart untuk melihat platform Trading yang sedang digunakan, karena lebih jelas dan mudah dipahami.

Sekarang ayo kita lihat bagaimana cara untuk memahami grafik harga.

Pada semua instrumen finansial, setiap saat harga bisa bergerak naik dengan cepat, bisa juga dengan cepat grafik tersebut turun. Pada dunia Trading, Anda harus bisa memahami istilah-istilah yang disebutkan untuk hal-hal seperti itu.

Trend adalah sebuah periode yang di mana harga bergerak naik, lalu menuju ke suatu arah tertentu. Bisa dengan naik dan turun. Lalu Range, merupakan periode yang di mana harga bergerak di ruang sempit, atau bahkan bergerak secara mendatar.

Bullish, Uptrend, dan Rally, istilah yang sama untuk menyebutkan harga tengah bergerak naik. Sedangkan untuk Bearish dan Downtrend adalah istilah untuk harga yang bergerak turun.

Mungkin ada saat di mana harga bergerak turun, atau downtrend, lalu untuk waktu tertentu seketika bergerak sideways atau lurus, dan setelah itu akan mengalami kenaikan atau Uptrend.

Perhatikan juga kalau meski sebagian besar tengah terjadi Bearish saat ditandai dengan garis merah, ada sebuah rumor minus uptrend di dalamnya yang ditandai dengan garis biru. Harga dapat memiliki harga yang primary trend , secondary trend, dan juga minor trend.

Kita dapat memiliih chart dengan periode waktu pada setiap platform Trading kita, seperti :

    M1 = 1 menit

    M5 = 5 menit

    M15 = 15 menit

    M30 = 30 menit

    1H = 1 jam

    4H = 4 jam

    1D = 1 hari

    1W = 1 minggu dan

    1M = 1 bulan

Selain itu ada juga grafik yang memberikan gambaran perihal sebuah grafik harga yang bisa membantu menentukan posisinya di mana saat hendak akan melakukan Trading.

Meski ada grafik yang tampak tengah terjadi downtrend, lebih baik dipertanyakan, apakah memang sedang terjadi downtrend. Ini bisa dipastikan dengan melihat chart dengan periode yang lebih panjang.

Lalu, trend mana yang harus diikuti? Untuk menentukan ini, pastikan dulu Trader seperti apakah Anda. Karena penentuan trend dapat berbeda pada setiap Trader. Ketika ingin melakukan transaksi, menentukan trend dianggap menajadi hal yang sangat penting.

Kita harus tahu dengan jelas mengenai posisinya, sehingga bisa menggunakan time frame yang jelas. Saat Trading untuk bisa melakukan transaksi jual beli, bisa manfaatkan 2 buah chart secara langsung.

Chart pertama dapat digunakan sebagi petunjuk dalam membeli dan menjual. Sedangkan untuk yang kedua dapat memanfaatkan chart dengan periode lebih panjang agar bisa tahu trend yang tengah terjadi.

Jadi, apakah menjadi lebih paham dalam membaca saham?

Rekomendasi Saham 25 Agustus 2020

Indeks Harga Saham Gabungan di tutup pada zona hijau, tepatnya pada level 5.277,04. Ini naik sebesar 0.08% jika dibandingkan dengan yang sebelumnya. IHSG didorong oleh rencana dari pemerintah yang memberikan stimulus untuk para UMKM.

Nilai transaksi harian bursa mencapai angka Rp9.30 triliun dan volumenya sekitar 15.27 miliar unit saham dan frekuensinya 780.036 kali.

Ini menyebabkan investor asing membukukan jual bersih atau net sel dengan melepas saham dari TLKM, BBNI, dan juga BMRI. Mereka lalu memilih untuk memborong saham dari BBRI.

Pada sisi lain, pergerakan dari IHSG juga didorong oleh Amerika serikat yang mengalami penurunan jumlah kasus Covid-19, sehingga mengakibatkan pasar AS menjadi mengalami kenaikan. Mereka melakukan pengobatan dengan menggunakan plasma darah yang dinilai bisa meningkatkan kesembuhan dari pasien Covid-19.

Selain itu rekomendasi dari perusahaan sekuritas untuk perdagangan yang ada di Bursa Efek Indonesia, seperti berikut ini :

  • Artha Sekuritas

CTRA direkomendasikan buy 650 – 670, TP 700 – 720, stop loss <630.

MAPI direkomendasikan buy 700 – 720, TP 750 – 780, Stop Loss 680

MDKA direkomendasikan buy 1.850 – 1.800, TP 2.000 – 2.050, stop loss 1.800.

  • Anugerah Mega Investama

ELSA area terakumulasi di level 236 – 246, TP 254 – 259, cut loss kalau turun di bawah level 231. FREN area terakumulasi di level 96 – 113, TP 108 – 125, cut loss kalau turun di bawah level 94. BNLI direkomendasikan buy back jika break 1.330, TP 1.210 – 1.180, area sos di level 1.305 – 1.260.

  • Panin Sekuritas

ADES direkomendasikan buy and hold >1.120, TP 1.275 sampai 1.330.

CTRA direkomendasikan buy 700 sampai dengan 725, TP 745 – 810, stop loss <675

ICBP direkomendasikan buy on breakout 10.275, TP 10.625 sampai dengan 11.100, stop loss <9.925

Selain itu ada juga rekomendasi saham dari pilihan sejumlah broker:

1.MNC Sekuritas – IHSG Lanjutkan Penguatan

Bila IHSG dapat menguat di atas level 5.330, maka diperkirakan kalau target dari penguatan IHSG di area 5.400, sehingga bis membentuk wave (C) dari wave 5.

Tetapi harus tetap diwaspadai support atau batas bawah yang terdekat IHSG, yaitu di level 5.220 dan 5.119. kalau IHSG bisa menembus support tersebut setelah terkoreksi, maka pergerakan selanjutnya nantinya akan menuju pada area 5.070-5.100 terlebih dahulu.

  • ACES
  • SMRA
  • ADRO
  • MEDC

2.Erdhika Sekuritas – Tertuju pada The Fed

Tanggapan yang diberikan oleh Jerome Powell, Gubenur The Fed yang memberikan tanggapan pada perekonomian AS membuat perhatian pasar tertuju padanya. Powell diperkirakan nantinya akan memberikan stimulus moneter yang bisa membantu pemulihan perekonomian di Amerika Serikat.

  • TOWR
  • BBKP
  • BRIS
  • ASII

3. Reliance Sekuritas – Pengembangan Vaksin Covid-19

Fokus para investor kini teralihkan pada potensi dari pengembangan vaksin, seiring dengan kembalinya pembukaan ekonomi. Setidaknya sudah hampir mencapai kesepakatan untuk memasok 80 juta dosis vaksin ke Eropa, karena penyebaran kasusnya yang semakin cepat berkembang di Eropa.

  • RALS
  • PGAS
  • MEDC
  • ASII

4. Mega Capital Sekuritas – IHSG Berbalik Melemah

IHSG kemarin ditutup dengan menguat tipis di level 5.277. Indeks ini memiliki potensi melanjutkan konsolidasi bergerak menuju support atau batas bawah pada level 5.235. Stochastic mulai bergerak dengan meninggalkan wilayah overbought memiliki potensi kalau indeks melemah. Tetapi kalau indeks ini berbali menjadi menguat, bisa menuju 5.355. Kini indeks diperkirakan kembali bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terbatas di rentang 5.235-5.355.

  • MEDC
  • WIKA
  • SMRA
  • AKRA

Saham Grup MNC Murah? Cek Fakta Ini!

Lo Kheng Hong, Investor kawakan ini akhirnya mengungkapkan alasan kenapa ia melakukan induk usaha bisnis media dari Grup MNC. BMTR merupakan induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Sedangkan untuk MNCN mereka memegang beberapa lini bisnis media, seperti misalnya RCTI, iNews, MNC TV, Radio, sampai ke media cetak.

Meski tengah berada di tengah pandemi, BMTR masih menjadi perusahaan yang bagus. Mereka bahkan masih bisa membukukan laba hingga Rp 551 miliar dan valuasi BMTR juga murah, itulah yang dikatakan oleh Lo Kheng Hong.

Diketahui kalau Lo Kheng sendiri merupakan salah satu investor dengan tipe value investing atau berbasis nilai pada Bursa Efek Indonesia. Bahkan investor satu ini memiliki julukan Warren Buffet-nya Indonesia karena ia berhasil meraup keuntungan dengan memilih saham dengan fundamental yang baik serta valuasinya yang murah.

Tetapi apakah benar kalau usaha MNC Grup ini sudah murah seperti apa yang Lo Kheng katakan?

Untuk saham BMTR ini, jika melihat dari perbandingan pada nilai buku dengan harga saham, BMTR harga sahamnya memang tergolong murah, yaitu sebesar 0.41 kali berada di bawah rata-rata industri media yang memiliki PBV sebesar 1.1 kali.

Namun ternyata BMTR memiliki intangible Asset yang besar. Ini wajar karena BMTR merupakan induk dari perusahaan media Grup MNC. Intangible Asset sediri merupakan aset yang di mana kalau perusahaan mengalami kolaps, aset ini tidak bisa diuangkan secara langsung. Biasanya aset ini berupa hak siar, hak Merk, hak cipta, hak paten, goodwill, dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan jika menggunakan Prince to tangible bobok value, valuasinya berada pada angka 0.55 kali.

Selanjutnya pada rasio Price Earnings Ratio, yang dibandingkan rasionya adalah laba bersih perusahaan dalam satu tahun dengan harga pasarnya. Dengan demikian PER BMTR akan berada pada kisaran 4.4 kali, sedikit lebih rendah dari rata – rata industri media yaitu PER berada di angka 4.6 kali.

Namun daya tarik dari BMTR, yaitu kemampuan mereka untuk bertumbuh. Industri yang dianggap pertumbuhannya cukup lambat adalah media, sedangkan BMTR unggul dalam sektor ini. Selama 5 tahun terakhir pendapatan dari BMTR bisa tumbuh hingga 4% per tahunnya.

Jika menggunakan metode valuasi PBV, PER, dan kita lihat dari pertumbuhan perusahaan, dapat dikatakan kalau saham dari BMTR memang murah kalau dibandingkan dengan saham dari industri media yang lain.

Namun, bagaimana kalau valuasi anak usaha yang lebih terkenal yaitu MNCN yang menjadi anggota indeks LQ45, yaitu indeks dengan konsisten saham yang memiliki likuiditas perdagangan mumpuni serta kinerja dari perusahaan yang baik.

Kalau dengan menggunakan metode valuasi PBV, maka dapat dikatakan kalau harga MNCN sudah tergolong pada harga wajar, karena PBV MNC di kisaran 1.04 kali jadi hanya sedikit lebih buah dari pada rata-rata industri media yang mempunyai PBV 1.1 kali.

Tetapi daya tarik saham MNCN ini muncul pada kemampuan pertumbuhan laba perusahaan yang selama 5 tahun terakhir ini, bahkan berhasil tumbuh menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan induk usahanya. MNCN berhasil meningkat 4.4% pertahunnya, jauh berada di atas pertumbuhan rata-rata laba pada Industri media yang saat ini mungkin hanya berada pada kisaran 1.1%. Jadi, apakah menurut Anda analisis dari Lo Kheng Hong benar?

Aplikasi Trading Saham Yang Bisa Dijadikan Acuan Anak Muda

Investasi Saham adalah salah satu pilihan para pemuda yang ingin belajar berbisnis dengan hasil besar. Jika dari awal kita sudah paham akan hasil yang menggiurkan tentu saja didalamnya terdapat resiko tinggi.

Makanya trading atau investasi tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Kadang kalian juga membutuhkan orang yang lebih ahli untuk mengajari kalian berinvestasi. Jika memang belum memumpuni kalian mungkin bisa mencari orang sebagai konsultan keuangan anda saat sudah mulai berbisnis di bidang Investasi ini dengan serius.

Aplikasi Trading Saham

Nah ada baiknya anak muda belajar sejak dini untuk menguasai bisnis jenis saham. Caranya bagaimana? Sekarang ini sudah ada yang namanya aplikasi untuk melakukan trading saham. Beberapa aplikasi tersebut cukup memumpuni dalam hal membantu ilmu trading saham. Bahkan jika beruntung kalian bakal bisa menghasilkan beberapa uang asli untuk diputarkan lagi dalam bermain judi di SBOBET Gold .

Disana kalian bisa belajar bagaimana cara trading aman dan benar. Jadi sebelum kalian investasi emas ada baiknya kamu tau ilmu dasar bertransaksi saham ini. Berikut adalah beberapa aplikasi yang cocok buat belajar Trading Saham!

RTI Bussiness

Aplikasi RTI Bussiness ini memang sudah dianggap sangat membantu investor dalam melakukan analisa. Dengan fitur lengkapnya mampu membuat para trader menjadi lebih mudah memahami fundamental. Disana kamu bisa melihat gambaran kinerja pada suatu perusahaan dalam jangka waktu 5 tahun terakhir. Data Income statement, balance sheet, cash flow, earnings, profitability, hingga growth.

Kalian bisa melihat detail transaksi saham pada hari dan histori pergerakan saham dalam sebulan. Adapun fitur calender dimana kalian bisa memantau perusahaan lain. Nah fitur yang satu ini sangat membantu para pemula, yaitu Simulations Trading. Yap, kamu bisa belajar dari sini seolah-olah kalian sedang betul-betul melakukan transaksi.

Stockbit

Kalau stockbit sendiri memang bertujuan untuk berbagi ilmu dalam berinves. Didalamnya terdapat Demo Trading Saham yang sesuai dengan pergerakan bursa saham di Indonesia secara real. Adapun fitur khusus untuk pengguna nya melakukan investasi online yang sesungguhnya. Pengguna disana bisa saling berdiskusi dengan user lainnya sehingga kamu tidak ketinggalan informasi saham terbaru. Stockbit juga memiliki fitur yang persis seperti RTI yaitu adanya data keuangan korporasi dan jadwal pergerakan para perusahaan tersebut.

Harga Emas Turun, Bagaimana Nasib 5 Emitmen Saham ini?

Harga emas yang semua stabil naik, kini malah turun. Turunnya harga emas ini memberikan dampak secara langsung kepada jebloknya pergerakan saham dari lima emitmen tambang komoditas itu pada hari ini.

Sampai pada akhir dari sesi pertama, perdagangan di hari Rabu, 12 Agustus 2020, saham lima emitmen ini secara bersama – sama turun dengan pergerakan harga emas yang semakin menukik ke bawah sampai pada level US$1.900 per troy ounch. Padahal di pekan lalu, levelnya masih berada pada angka US$ 2000 per troy ounce.

Harga dari saham PT United Tractors Tbk, mengalami keterpurukan paling dalam bahkan sampai mencapai 1.500 poin atau setara dengan 6.18% ke level 22.755. Sedangkan untuk harga emas pada pasar spot, terpantau US$ 1.889 per troy ounce. Lalu untuk emas yang berjangka Comex berada pada posisi US$ 1.898 per troy ounce.

Bloomberg mencatat terjadi penurunan dari harga emas hari Rabu yang dirasa menjadi yang terbesar dari tujuh hari terakhir. Dengan kata lain, setelah memecahkan rekor, kenaikan sejak 2011, harga emas malah kembali terjun bebas setelah berita dari perkembangan positif vaksin virus corona (Covid-19) muncul.

Senior Resource Analyst MineLife Pty. Gavin Wendt menyampaikan kalau harga emas menyentuh US$2000 sudah banyak investor yang melakukan aksi mengambil keuntungan atau profit taking. Lalu munculnya berita mengenai vaksin Covid-19 di Rusia, para investor langsung menjual emas dan siap untuk masuk ke saham. Ini dirasa merupakan permainan yang beresiko tinggi.

Berikut ini adalah kinerja dari 5 saham emitmen emas sampai ke akhir sesi I, Rabu, 12 Agustus 2020.

Kinerja 5 Saham Emitmen Tambang Emas sampai Sesi I

Rabu 12 Agustus 2020

1.PT United Tractors Tbk, Harga penutupan sesi I berada di angka 22.755, dan perubahannya sebesar -6.18%

2.PT Merdeka Copper Gold Tbk, Harga penutupan sesi I berada di angka 1.805, dan perubahannya sebesar -5.74%

3.PT Aneka Tambang Tbk, Harga penutupan sesi I berada di angka 755, dan perubahannya sebesar -5.62%

4.PT J Resources Asia, Harga penutupan sesi I berada di angka 250, dan perubahannya sebesar -4.58%

5.PT Wilton Makmur, Harga penutupan sesi I berada di angka 183, dan perubahannya sebesar -1.61%

Lalu untuk saham yang memiliki kode UNTR turun paling dalam dan juga sudah mulai tertekan sejak awal pembukaan. Saham untuk PT Agincourt Resources, pengelola tambang Martabe itu dibuka pada level 24.000 atau lebih rendah kalau dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada 24.275.

Menyusul dari UNTR adalah Merdeka Copper Gold, saham anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Ini juga mengalami penekanan semenjak awal perdagangan. Ketika pembukaan, harga dari saham dengan kode MDKA itu terpantau pada level 1.890 atau lebih rendah kalau dibanding dengan harga dari penutupan sebelumnya yang berada di level 1.915.

Meski terjadi penurunan yang tajam, harga pada saham ini dalam sebulan terakhir naik menjadi 46.15%, begitu juga dengan saham UNTR secara bulanan yang masih mengalami kenaikan 24.28%.

Tidak mustahil kalau harga emas nantinya akan terus menurun ke depan kalau enak perusahaan farmasi global benar – benar akan memproduksi vaksin covid-19 secara massal. Sebabnya tidak berlebihan kalau investor mulai mengurangi saham yang berbasis logam emas seperti MDKA, ANTM, PSAB, dan UNTR.

Saham Sepekan ke Depan Melemah, Saham Astra Jadi Rekomendasi?

Indeks Harga Saham Gabungan di saham Bursa Efek Indonesia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan mengawali pekan lalu dengan kejatuhan yang bisa dikatakan cukup dalam, yaitu sampai 2,78% menjadi 5.006,22 di hari Senin (3/8). Tetapi pada hari Selasa (4/8), Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,37%. Setelahnya naik 1,03% dan 1% selama dua hari berturut. Sementara di akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,66% menjadi 5.143,89.

Kalau dihitung – hitung di dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0.11% sepanjang pekan lalu. Tekanan ini juga ada dari ivestor asing yang terus berlanjut. Sepanjang pekan, dana asing sudah keluar Rp3,3 trilius dari pasar saham.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menilai kalah IHSG sepanjang pekan akan bergerak konsolidasi melemah [ada area support di rentang 4.982 sampai ke 5.233. Sedangkan untuk resistance pada rentang 5.300 – 5.250.

Angga support sendiri merupakan level yang diperkirakan menahan koreksi indeks atau harga dari saham. Sedangkan Resistance merupakan level yang akan diproyeksi bisa menghentikan kenaikkan indeks atau harga dari saham.

Terdapat beberapa sentimen yang memungkinkan akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan di pekan ini, diantaranya investor yang khawatir mengenai gelombang kedua dari Covid-19. Itu dipicu oleh lonjakan kasus di Amerika Serikat, negara – negara Afrika dan Amerika Latin.

Sentimen negatif lain ada berasal dari konflik antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. Bahkan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melarang negaranya untuk melakukan interaksi dengan dua raksasa teknologi asal Tiongkok, yaitu ByteDance dan Tencent selama 45 hari.

ByteDance sendiri merupakan perusahaan yang menciptakan aplikasi TikTok dan Tencent yang membuat aplikasi WeChat. Itu membuat pasar khawatir kalau Tiongkok akan membalas dengan melakukan pemblokiran pada aplikasi dari Amerika Serikat, seperti Apple atau Microsoft.

Meski demikian, masih terdapat banyak sentimen positif yang bisa menopang laju dari Indeks Harga Saham Gabungan, yaitu rencana dari paket stimulus Amerika Serikat yang mengantisipasi pandemi Covid-19. Hans memproyeksi kalau indeks bergerak menguat saat stimulus disepakati. Tetapi kalau tidak disepakati dan negosiasi akan berlangsung dengan lama, maka pasar akan merespon dengan cara yang negatif.

Sentimen positif juga datang dari data lapangan kerja Amerika Serikat juga Laba Korporasi negara itu yang tampak lebih membaik dari perkiraan pelaku pasar. Ini menjadi pedorong kenaikan indeks di dalam beberapa pekan ke depan.

Dari dalam negeri, menurut Hans, pasar meletakkan perhatian di harapan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga pada tahun ini. Harapannya didapat dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan.

Pada sisi lainnya, analisis Binaartha Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta Utama, menilai kalau Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak menurun. Ini berdasar kepada analisis secara teknikal di mana Indeks Harga Saham Gabungan memiliki potensi untuk mengarah ke daerah support terdekat.

Ada beberapa saham yang bisa menjadi pilihan, Seperti Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Ciputra Development Tbk (CTRA), Bekasi Fajar Tbk (Best), Jasa Marga (JSMR), dan juga Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sebaliknya, analisis Pania Sekuritas, William Hartanto, memperkirakan kalau Indeks Harga Saham Gabungan hari ini akan bergerak mixed dan cenderung menguat di dalam kisaran 5.122 – 5.184. Potensinya secara teknikal penguatan lanjutan di pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Kasus Jouska

PT Jouska Finansial Indonesia belum lama ini tengah menjadi sorotan karena kasus yang dianggap merugikan kliennya. Perusahaan penyedia jasa perencanaan keuangan ini memiliki masalah pada penempatan dana klien secara tidak baik.

Masalah ini terkuak karena terdapat keluhan dari klien di media sosial dan membuat masalahnya menjadi viral. Jouska dianggap mengarahkan klien untuk menandatangani kontrak pengolaan rekening dana investor atau RDI dengan perusahaan uang berafliasi dengan Jouska terkait dengan dana investasi.

Belakangan ini, PT Mahesa Strategis Indonesia yang merupakan perusahaan berafiliasi dengan Jouska, ternyata mmembuat kuasa untuk MSI melakukan penempatan dana kepada sejumlah portofolio investasi.

Dana ini akan dipakai untuk membeli saham dan juga reksadana, salah satunya adalah pembelian untuk PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Kemudian nilai dari portofolio tersebut anjlok, terutama untuk saham LUCK.

Karena itu Jouska dilaporkan oleh klien karena tuduhan penempatan dana yang membuat Klien menjadi merasa dirugikan. Selain itu di kasus ini mengandung unsur indiser Trading untuk pengolaan dana investasi.

Karena kejadian yang merugikan ini, CEO dari Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno, meminta maaf dap menegaskan kalau mereka akan memberikan masukan dan saran finansial para klien sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial mereka.

Pemberian masukan ini akan mengutamakan analisis tren ekonomi yang dilihat secara global, makro, dan industri. Menurutnya, ini sudah menjadi tanggung jawab utama dari seorang konsultan keuangan.

Setiap melakukan edukasi, para klien akan dibekali dengan pengetahuan yang dimulai dari analisis ekonomi global dan domestik, analisis industri, analisis laporan keuangan, dan analisis lain di dalam keputusan finansial.

Lalu di dalam tiap aktivitas yang ada di akun saham, para klien akan mendapatkan notifikasi perihal aktivitasnya dalam bentuk konfirmasi pada akhir waktu perdagangan bursa.

Aakar juga menyampaikan permintaan maaf ini melalui fitur IGTV yang berada di akun instagram pribadinya beberapa hari setelah kasus ini viral. Permintaan maaf itu untuk menanggapi beragam pemberitaan yang muncul karena keluhan dari klien yang rugi puluhan juta.

Di video tersebut, Aakar mengajak klien dan juga seluruh pihak yang bersangkutan untuk bisa mencari jalan tengah dari masalah ini dan memberikan solusi yang terbaik. Karena ia mengaku hidup dan berkembang pada lingkungan bisnis, masalah ini seharusnya bisa diselesaikan dalam cara bisnis juga.

Juru bicara Otoritas Jasa Keuangan, Sekar Putih Djarot mengataikan kalau Jouska bukanlah merupakan lembaga jasa keuangan, sehingga mereka tidak masuk dalam pengawasan OJK.

Meski demikian, OJK sudah berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasi untuk bisa menindaklanjuti laporan klien karena kasus Jouska yang masuk ke OJK.

Akhirnya Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan dari PT Jouska Finansial Indonesia yang melakukan usaha sebagai penasihat investasi atau agen perantara perdagangan efek tanpa izin.

Penghentian ini dilakukan setelah SWI menemukan beragam fakta perihal legalitas dan juga model bisnis dari Jouska. Mereka juga memanggil Aakar Abyasa selaku dari pemilik Jouska.

Selain itu, SWI juga menghentikan kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT amartha Investas Indonesia yang telah diduga melakukan kegiatan penasihat investasi, manajer investasi, dan merupakan perusahaan sekuritas tanpa izin.

SWI juga memblokir situs web, aplikasi, dan media sosial 3 perusahaan itu serta meminta Jouska untuk bertanggung jawab serta menyelesaikan semua masalah yang ada pada nasabahnya secara terbuka. Mereka diminta berdiskusi dengan para nasabah untuk menemukan jalan yang terbaik.