Monthly Archives: July 2020

Gerak Saham Rokok

Harga saham emitmen produsen rokok terlihat mayoritas tercatat menguat untuk perdagangan pada pagi hari ini. Sepertinya rencana dari pemerintah untuk menaikkan cukai rokok belum menjadi perhatian yang baik dari para investor.

Perdagangan di pagi hari ini hampir semua saham dari produsen rokok yang terdapat di Bursa Efek Indonesia menguat, berikut lebih jelasnya.

GGRM menguat menjadi 0.42%, HMSP menguat menjadi 1.48%, RMBA mengalami penguatan yang cukup besar yaitu 4.3%, dan terakhir ada WIIM sebesar 0.56%. Emitmen yang bergerak pada insutri rokok terlihat mayoritas hijau tipis. Kenaikan yang terjadi pada PT Bantoel International Inv. Tbk (RMBA) dengan kenaikannya yang sebesar 4.3%, namun total transaksi yang ada di RMBA pada hari ini hanya sebesar 24.000 dengan volum yang sebesar 1 lot jadi tidak mencerminkan pergerakan harga saham industri rokok yang sesungguhnya.

Lalu pada duo saham rokok yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan juga PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) tampak terjadi kenaikan yang tipis, yaitu masing – masing 0.37% dan 1.48%. Untuk GGRM berada pada harga Rp47.300/Unit dan untuk yang HMSP pada harga Rp1.710/Unit.

Pemerintah menerbitkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Dalam arah kebijakan kementrian keuangan dan disiapkan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau beserta dengan peningkatan tarifnya.

Di dalam RPJMN tahun 2020 – 2024, selain sudah ditetapkan visi misi, Presiden memberikan 5 arahan utama yang digunakan untuk strategi dalam melakukan 9 misi Presiden yang dikenal sebagai Nawacita Kedua, dan dalam rangka untuk mencapai sasaran visi Indonesia 2045.

Kementrian keuangan untuk mendukung implementasi visi dan misi Presiden ini telah mengeluarkan arah kebijakan penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang strateginya dengan melakukan reformasi fiskal melalui :

1) mendukung daya saing dengan target yang lebih realistis dan optimal, disertai dukungan terhadap perekonomian dan dunia usaha melalui insentif fiskal;

2) pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (core tax system) dan smart customs and excise system;

3) upaya intensifikasi dan ekstensifikasi baik obyek dan subyek pajak maupun perluasan barang kena cukai;

4) penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau (HT);

5) peningkatan tarif cukai HT;

6) penguatan kelembagaan penerimaan negara;

7) penyempurnaan regulasi PNBP, peningkatan kepatuhan dan intensifikasi pengawasan PNBP, peningkatan PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan kinerja Badan Layanan Umum (BLU), serta pengembangan layanan berbasis digital untuk meningkatkan PNBP;

8) penajaman belanja barang dan penguatan belanja modal;

9) memperkuat kualitas desentralisasi fiskal melalui pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa berbasis kinerja, serta perbaikan pengelolaan keuangan daerah yang efisien, efektif, dan akuntabel; dan

10) mendorong pengembangan skema pembiayaan yang inovatif dan inklusif dengan mengutamakan pendalaman pasar keuangan domestik.

Nah, arah kebijakan yang ada pada poin 4 dan di poin 5 kembali dituangkan pada arah kebijakan pelayanan kesehatan untuk menuju ke cakupan kesehatan semesta.

Pembahasan rencana kenaikan cukai rokok ini akan dibicarakan lebih jauh bersama dengan DPR sebelum akhirnya diputuskan. Namun sampai kini belum disampaikan ke DPR.

Para pelaku pasar kini tengah memantau sentimen lain yang sedang berkembang di pasar, perhatian investor tertuju pada rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia perjuni yang akan diumumkan pada pagi hari ini.

Kalau proyek itu terkonfirmasi, maka penguatan inflasi pada Juni lalu akan semakin jelas kalau selera kondumsi masyarakat kini kembali meningkat.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak menjadi menguat, hal itu membuat ada beberapa rekomendasi saham yang bisa dipertimbangkan untuk hari ini. Saat sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada zona dengan kenaikan yang mencapao 0.18%.

Indeks Harga Saham Gabungan dipengaruhi oleh kabar yang berhubungan dengan update dari obat covid-19 yang dikabarkan akan segera diproduksi pada akhir tahun ini. Ini sangat berpengaruh kepada kondisi Indeks Harga Saham Gabungan.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau sejak pertama kali pasien covid-19 ditemukan di Indonesia, pasar modal Indonesia menjadi kacau. Para regulator sudah mengupayakan segala hal dan mengeluarkan bermacam kegiatan, hanya saja hal tersebut tampaknya memang tidak mampu untuk menahan keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan juga mengalami tren penurunan yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari virus yang menyebar sangat cepat di China. Apalagi China merupakan negara yang memberikan penngaruh signifikan kepada ekonomi dunia.

Seperti pada 9 Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun sampai 6.5% pada level 5.136, hal ini merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi di Indeks Harga Saham Gabungan. Keadan ini membuat pada 10 Maret 2020 Bursa Efek Indonesia mengumumkan kalau diterapkan kebijakan penghentian dari perdagangan atau trading halt.

Disampaikan oleh Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee yang mengatakan kalau mungkin pasar saham pada hari ini akan menguat dikarenakan studi terbaru perihal tentang vaksin Pfizer dan BioNTech yang bisa segera diproduksi pada akhit tahun ini dengan 100 juta dosis dan akhir 2021 dapat diproduksi hingga 1.2 Miliar dosis. Nah, hal inilah yang menjadi sentimen positif pada pasar.

Sentimen positif dari hal ini juga dikatakan dapat menutup kondisi dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang tengah menunda pembukaan ekonomi dikarenakan oleh penambahan kasus Covid-19 yang meningkat hampir 100.000 perharinya.

Tapi untungnya berita negatif tersebut akhirnya setidaknya ditutupi oleh kabar akan diproduksinya vaksin di akhir tahun ini. Selain itu Hans juga memproyeksikan kalau Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak di level support 4.964 sampai pada level support 5.000 Bursa Efek Indonesia pada hari ini, yaitu antara lain :

1.Panin Sekuritas

Untuk ICBP dikeromendasikan untuk buy 9.100 sampai dengan mencapai 9.200, TP 9500 – 9700, stop loss <8925.

Untuk INKP dikeromendasikan untuk buy 6.000 sampai dengan mencapai 6.250, TP 6.450 – 6.650, stop loss <5600.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy dan hold  >4.310, TP 4.500 sampai dengan 4.600.

2.Artha Sekuritas

Untuk PTPP dikeromendasikan untuk buy 870 sampai dengan mencapai 900, TP 960 – 1000, stop loss  850.

Untuk SCMA dikeromendasikan untuk buy 950 sampai dengan mencapai 975, TP 1.250  – 1.270, stop loss 1.120.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy 4.370 sampai dengan mencapai 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3.Anugerah Mega Investama

Untuk BBTN direkomendasikan untuk buy back kalau break 1.320, TP 1.180 – 1.160, area SOS di level 1.295 sampai 1.250.

BMTR akumulasinya berada pada lebel 182 sampai dengan 193, TP 198 – 210, area cut loss bila turun level 178.

BWPT akumulasi pada level 87 sampai dengan 90, TP 94 – 99, area cut loss jika turun di level 95.

Semoga informasi mengenai saham hari ini bermanfaat untuk Anda.