Monthly Archives: June 2020

IHSG 17 Juni 2020 Diperkirakan Menguat?

Setelah kemarin diprediksi akan terus melemah, hari ini IHSG Diperkirakan akan menguat kembali pada hari ini.

Setelah kemarin sore  IHSG ditutup menguat signifikan pada level 3,53 persen,  hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatannya hari ini.

Hari ini, 17 Juni 2020 IHSG Dibuka Menguat

Direktur Pilarmas Sekuritas, Maciilianus Nico Demus menyatakan ada sejumlah sentiment yang membuat pasar kembali bersemangat hari ini.

Salah satunya adalah proposal anggaran yang diajukan pada infrastruktur Amerika Serikat senilai hampir US$1 Triliun.

Proposal tersebut diajukan oleh presiden Trump namun belum resmi diumumkan. Nico melihat hal tersebut sebagai salah satu upaya Trump untuk membuat pasar kembali hijau serta tetap menjaga sentiment positif,

“Karena sentiment positif tersebut tidak boleh hilang sehingga sentiment virus akan jauh lebih kecildibanding sentiment positif mengenai pembukaan ekonomi.” Ungkapnya.

“Kalau sampai sentiment virus lebih besar, pasar pasti akan menjadi merah lagi.” Tambahnya.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa perekonomian bisa saja memasuki periode dimana pekerjaan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Namun, tenaga kerja mungkin levelnya masih akan terlalu rendah dibanding lebel kuat sebelumnya yang terlihat sebelum adanya wabah.

Powell juga menyampaikan bahwa Bank Sentral masih dalam tahap mengevaluasi strategi control yield curve sama seperti yang dilakukan oleh Jepang sejak 2016 lalu.

Walaupun data di AS sedang membaik, Powell mengatakan bahwa akan masih ada banyak indicator yang belum pasti tentang pemulihan perekonomian.

Selain itum Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II / 2002 negatif karena diperkirakan akan adanya dampak virus Covid-19 yang sudah ada sejak Maret lalu. Serta diberlakukannya PSBB.

Pada konferensi PERS virtual kemarin, ia mengatakan bahwa kuartal II merupakan kontraksi yang akan terjadi karena PSBB penuh dilakukan di tempat yang memberikan kontribusi ekonomi besar seperti Jakarta dan daerah Jawa.

Berdasarkan pada analisa teknikal yang dilakukan Nico, ia melihat IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan akan ditradingkan pada level 4.874 – 5.101.

“Namun, tetap harus berhati-hati pada perdagangan hari ini, karena beberapa indeks futures di kawasan Asia mulai berada di teritori negative akibat kecemasan kekhawatiran terhadap gelombang kedua virus Corona serta aksi profit taking” ujarnya.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menyatakan bahwa berdasar indicator MACD, pasar masih menunjukkan sinyal positif sedangkan Stochastic dan RSI bergerak ke atas di area netral.

Di sisi lain, terlihat bullish engulfing line candlestick pattern yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan pada IHSG sampai menuju ke resistance terdekat.

“Berdasarkan rasio Fibonacci, support pertama atau kedua sama-sama memiliki range level 4.865,27 – 4.778,71. Sementara itu resistance pertama atau kedua memiliki range 5.097,14 – 5.172,37.”  Sebut Nafan.

Sejumlah rekomendasi saham yang diberikan untuk menjadi pertimbangan investor untuk akumulasi beli adalah BEST, GJTL, INDY, KLBF, dan PTBA.

Ada juga rekomendasi portofolio saham untuk perdagangan pada hari ini:

1.JPFA—PT Japfa Comfeed International Tbk. (Target Price: Rp1.300—Rp1.340)

  • Call: Hold
  • Entry Level: Rp1.200—Rp1.250
  • Stop Loss: Rp1.150
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross.

2.SCMA—PT Surya Citra media Tbk. (Target Price: Rp1.020—Rp1.050)

  • Call: Spec Buy
  • Entry Level: Rp950—Rp975
  • Stop Loss: Rp930
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross

3. TLKM—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Target Price: Rp3,350—Rp3,400)

  • Call: Spec Buy
  • Entry Level: Rp3170—Rp3.220
  • Stop Loss: Rp3.140
  • Mulai menguat setelah rebound di area support. Indikator Stochastic membentuk goldencross.

Pergerakan IHSG Hari Ini 16 Juni 2020, Anjlok Lagi?

ihsg

Kecemasan oara pelaku pasar terhadap penyebaran gelombang kedua Covid-19 membuat indeks harga saham gabungan terus terusan berada di zona merah.

Hal ini disebabkan oleh mulai dibukanya mall-mall serta beberapa kantor yang mulai beroperasi yang kemungkinan besar akan memicu kembali penyebaran virus Covid-19.

Pada awal diberitahukan adanya New Normal, bahkan korban yang terinfeksi langsung naik sebanyak 1.000 orang lebih. Yang merupakan kenaikan terbanyak selama ini.

Karena hal ini juga, perekonomian Indonesia terganggu dan membuat beberapa investor asing maupun tidak memilih kabur dari sahamnya.

Hal ini semakin membuat IHSG turun merosot hingga selalu menyentuh zona merah dan sulit untuk recovery.

Pantau Pergerakan IHSG Selasa, 16 Juni 2020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal pandemic selalu berada di zona merah. Hari ini, IHSG harus berhenti di zona merah dengan koreksi 1,31 persen ke level 4.816,336 pada akhir, Senin 15 Juni 2020.

Awalnya, indeks bergerak menjanjikan pada awal sesi pertama dengan menyentuh level resistan 4.918,056.

Namun, posisi langsung berbalik setelah istirahat sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung amblas ke zona merah bahkan sempat mencapai titik support 4.809,619.

Total nilai net sell atau jual bersih investor asing senilai Rp711,88 miliar pada akhir sesi perdagangan. Transaksi di pasar regular, tunai, dan negosiasi senilai Rp8,01 Triliun.

Sektor saham keuangan menjadi penekan utama IHSG dengan terkoreksi 2,76 persen. Sektor saham pertambangan dan sektor saham industry dasar menempel dengan koreksi masing-masing 1,95 persen dan 1,94 persen.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai IHSG sempat menguat karena neraca perdagangan yang surplus US$2 Miliar. Nilai itu menurutnya lebih baik dari consensus para analis.

Karena itu, Frankie menyebut sentiment berbalik pada sesi kedua perdagangan. Kondisi itu dipicu naiknya angka infeksi Covid-19 secara global terutama di Beijing, China.

“Terdapat lonjakan kasus baru yang dikhawatirkan investor bisa menghambat roda ekonomi pada era new normal ini.” Jelas Frankie.

Di pihak lain, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat positif dibandingkan dengan bursa lain di Asia awal perdagangan, Senin 15 Juni 2020.

Menurutnya pelaku pasar mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membuka sejumlah mal.

“Di sisi lain, pasar juga mengapresiasi kinerja neraca perdagangan per Mei 2020 yang di luar ekspektasi mengalami surplus signifikan sebesar UD$2,09 Miliar.”  Sebut Nafan.

Namun, nafan menyebut mayoritas pasar di Asia memerah setelah adanya kekhawatiran gelombang kedua. Selanjutnya, berbagai data makro ekonomi China juga berada di bawah ekspektasi  pasar.

“IHSG terkena efek domino negative fari hal tersebut” ungkapnya.

Direjtur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menyampaikan pola gerak IHSG terlihat masih memiliki potensi pelemahan yang cukup besar dan merupakan sentiment dari melemahnya market global maupun regional.

Namun, mengingat kondisi fundamental Indonesia masih berada dalam kondisi stabil momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

“Hari ini IHSG masing berpotensi bergerak melemah, rentang 4.698 – 4.996” Pungkas William.

Sejumlah saham pilihan Willian lainnya adalah TLKM, UNVR, GGRM, ICBP, INDF, KLBF, ACES, TBIG.

Namun, rekomendasi ini tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai pengaruh yang bisa dinilai oleh para investor.

IHSG Mulai Berkonsolidasi Wajar

IHSG Mulai Berkonsolidasi Wajar, Perhatikan Saham-Saham Berikut

Kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan sejak awa tahun sedang tidak baik karena adanya pandemic virus Covid-19.

Hal ini membuat banyak investor yang panic dan kebingungan. Tak jarang juga para investor memilih “cabut” dari saham yang telah ia pegang berathun-tahun.

Continue reading IHSG Mulai Berkonsolidasi Wajar, Perhatikan Saham-Saham Berikut

Seluruh Sektor Merah, IHSG

Seluruh Sektor Merah, IHSG Dibuka Melemah Kamis ini

Pandemic yang sedanng terjadi sekarang ini sangat mempengaruhi berbagai sektor serta perusahaan. Hancurnya laba yang biasanya dikuasai oleh sektor tertentu, juga mempengaruhi harga saham mereka.

Continue reading Seluruh Sektor Merah, IHSG Dibuka Melemah Kamis ini

IHSG

IHSG Diprediksi Menguat Sampai 5000. Kok Bisa?

Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa investor sebut dengan IHSG diprediksi akan menguat pada awal pekan, Senin 8 Juni 2020.

Indeks diperkirakan bergerak ke zona hijau setelah sekian lama berada di zona merah karena pandemi. Indeks menguat 0,63% di level 4.947 pada Jumat 5 Juni lalu.

Continue reading IHSG Diprediksi Menguat Sampai 5000. Kok Bisa?