Kenali Ciri Saham Gorengan Sebelum Nyangkut

Istilah saham gorengan mungkin sudah terdengar taka sing lagi bagi investor yang telah lama bergelud di dunia saham.

Namun, untuk investor yang baru belajar, mungkin belum banyak yang mengetahui istilah ini. Saham gorengan adalah saham yang berkualitas jelek dan telah direkayasa oleh sejumlah pihak yang biasanya disebut sebagai bandar saham untuk mengeruk keuntungan jangka pendek.

Nah, untuk kalian investor yang baru bergabung di dunia saham, yuk kenali ciri-ciri saham gorengan agar tidak nyangkut dan tidak terjebak didalamnya.

Ciri-Ciri Khusus Saham Gorengan

Istilah ini semakin dikenal setelah adanya kerugian yang melilit PT Asuransi Jiwasraya hingga akhirnya gagal bayar nasabah.

Bahkan, istilah ini sempat disebut oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan perdagangan saham perdana tahun 2020.

Analisis Pasar Rivan Kurniawan dalam blog pribdainya memaparkan bagaimana kita dapat menghindar dari saham gorengan.

Saham gorengan juga memiliki beberapa ciri yang bisa menjadi bahan edukasi bagi masyarakat dan investor pasar modal.

Berikut ini ciri-ciri untuk mengenali saham gorengan dari beliau:

1.Memiliki Kapitalisasi Pasar Yang Kecil

Saham gorengan biasanya memiliki kapasitas pasar yang kecil. Menurutnya, nilainya sekitar di bawah Rp 1 Triliun.

Kapitalisasi pasar adalah harga keseluruhan sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang jika ingin membeli 100% kepemilikan perusahaan tersebut.

Salah satu ciri dari bandar saham adalah mereka menuasai supply pasar. Tentunya jika kapitalisasi pasar sebuah saham tergolong kecil, maka bandar pun akan dengan mudah membeli bagian besar kepemilikan sahamnya.

Saham-saham yang berkapitalisasi kecil inilah yang menjadi sasaran empuk para bandar untu digoreng.

2.Volatalitas Harga Tidak Stabil

Saham gorengan seringkali memberi kejutan kepada para investor. Karena, harganya bisa saja tiba-tiba nak dan tiba-tiba turun.

3.Fundamental Emiten Bermasalah

Saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental kuat tentu akan diborong oleh investor.

Permintaan saham oleh investor ini akan bersifat jangka panjang sehingga sulit di manipulasi oleh bandar.

Lain halnya dengan saham-saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental bermasalah.

Pelaku pasar yang mengumpulkannya pun biasanya spekulan yang mudah goyah oleh rumor dan kabar angin lainnya. Inilah mengapa saham-saham semacam ini mudah jadi saham gorengan.

4.Harga Relatif Rendah

Harga saham yang rendah dibawah Rp1.000 selalu menjadi hal yang menarik bagi trader. Karena, tidak membutuhkan modal yang besar.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua saham yang murah bisa dibilang gorengan. Bisa jadi karena memang harga pasar sahamnya demikian atau baru saja melakukan stock split.

Dengan harga yang murah ini, bandar maupun investor retail pasti bisa menggorengnya bersama-sama.

5.Antrean Bid Offer Tidak Masuk Akal

Saham gorengan biasanya punya antrean yang sangat banyak. Antrean bid ini terdiri dari para bandar serta investor retail yang sedang siap-siap menggoreng.

Makanya, kalau kalian menemukan antrean bid yang gak masuk akal, mending jauh-jauh deh dari saham tersebut. Yang ada nanti malah nyangkut duit kalian.

Itulah 5 ciri-ciri saham gorengan yang harus diperhatikan. Namun, terkadang saham gorengan seperti ini lah yang memang harus digunakan untuk trading. Karena, saham seperti ini bisa memberikan untung dengan cepat, tapi bisa memberi rugi dengan cepat juga.

Karna itu, kalian harus memperhatikannya setiap hari. Meleng sedikit aja, bisa anjlok sampai ke dasar jurang.

Nah, setelah mengetahui ciri-ciri ini, gimana? Adakah dari kalian yang uangnya nyangkut di saham gorengan?