Prediksi IHSG, Rekomendasi Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan akan bergerak menjadi menguat pada tanggal 9 Juli 2020 hari ini. Sedangkan sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di Zona hijau, dengan kenaikan yang mencapai 1.79%.

Hans Kwee, Direktu Anugerah Mega Investana mengatakan kalau penguatan dari Indeks Harga Saham Gabungan ini didorong oleh penguatan dari pasar global yang membayangi. Tapi pada negara bagian Florida di Amerika Serikat, kenaikan jumlah kasus dari Covid-19 membuat beberapa rumah sakit mengalami kewalahan untuk bisa menangani pasien yang terus bertambah.

Indeks memiliki peluang untuk menguat, tapi kalau dilihat secara umum seharusnya pasar menjadi sedikit khawatir, karena pada ada negara di Amerika Serikat yang mengalami kekurangan tempat rawat inap. Hans juga mengatakan kalau masalah kenaikan dari jumlah kasus Covid-19 ini merupakan hal yang menjadi sentimen negatif pada pasar modal.

Apalagi rencana dari Amerika Serikat untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yang diprediksi akan menimbulkan masalah kedepannya.

Pada sisi lainnya, Bursa saham Eropa diprediksi akan bergerak ke arah yang positif. Ini dikarenakan pemerintah memiliki rencana untuk mengsubsidi perusahaan yang kini mulai mempekerjakan kembali karyawannya. Juga akan memberikan berbagai stimulus lain, seperti misalnya pengadaan diskon makanan dan juga sebagainya.

Terdapat sentimen positif yang datang dari Sri Mulyani Indrawati, menteri keuangan kita yang berencana untuk meletakkan anggaran sampai Rp.48,8 triliun yang akan digunakan untuk perbankan, dalam program PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pada saat ini, terdapat 4 bank yang mengajukan klaim untuk dana talangan di program PEN yang bisa membantu sektor UMKM. Terdapat Bank Himpunan Bank Milik Negara, yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BPD Kaltimara.

Indeks Harga Saham Gabungan bisa saja menguat, namun pelaku pasar disarankan untuk melakukan realisasi profit terlebih dahulu. Rencana pemerintah itu dapat menjadi sentimen pasar, dikarenakan itu adalah pertahanan terakhir dari perbankan.

Menurut Hans juga, ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak di level support 5.000 sampai dengan 4.961 dan resistance di lebel 5.080 sampai ke 5.139. Ada juga rekomendasi teknikal dari 3 perusahaan sekuritas untuk perdagangan yang ada di Bursa Efek Indonesia pada hari ini. Berikut datanya:

Rekomendasi Teknikal Dari 3 Perusahaan Sekuritas

1. Panin Sekuritas

ITMG rekomendasi buy and hold >7.100, TP 8.000 sampai dengan 9.000.

KLBF rekomendasi buy and hold >1.500, TP 1.640 sampai dengan 1.700.

MTDL rekomendasi buy 1.410 sampai dengan 1.480, TP 1.500 – 1.750, stop loss <1.300.

2. Artha Sekuritas

PTPP rekomendasi buy 870 sampai dengan 900, TP 1.080 – 1.120, stop loss 950.

SCMA rekomendasi buy 950 sampai dengan 975, TP 1.350 – 1.400, stop loss 1.200.

JSMR rekomendasi buy 4.370 – 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3. Anugrah Mega Investama

MAPI area akumulasi 705 sampai dengan 745, TP 775 – 790, cut loss bila turun di bawah 691.

CPIN rekomendasi buy back jika break 6.750, TP 6.000 – 5.500, area sos di level 6.600 – 6.300.

INCO rekomendasi buy buy back jika break 3,300, TP 2.970 – 2.910, area sos di level 3.230 – 3.100.

Semoga informasi mengenai Saham hari ini bisa membantu Anda yang ingin mencari informasi mengenai saham. Lihat juga beberapa artikel kami yang lain untuk bisa menambah wawasan Anda mengani Saham.

Gerak Saham Rokok

Harga saham emitmen produsen rokok terlihat mayoritas tercatat menguat untuk perdagangan pada pagi hari ini. Sepertinya rencana dari pemerintah untuk menaikkan cukai rokok belum menjadi perhatian yang baik dari para investor.

Perdagangan di pagi hari ini hampir semua saham dari produsen rokok yang terdapat di Bursa Efek Indonesia menguat, berikut lebih jelasnya.

GGRM menguat menjadi 0.42%, HMSP menguat menjadi 1.48%, RMBA mengalami penguatan yang cukup besar yaitu 4.3%, dan terakhir ada WIIM sebesar 0.56%. Emitmen yang bergerak pada insutri rokok terlihat mayoritas hijau tipis. Kenaikan yang terjadi pada PT Bantoel International Inv. Tbk (RMBA) dengan kenaikannya yang sebesar 4.3%, namun total transaksi yang ada di RMBA pada hari ini hanya sebesar 24.000 dengan volum yang sebesar 1 lot jadi tidak mencerminkan pergerakan harga saham industri rokok yang sesungguhnya.

Lalu pada duo saham rokok yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan juga PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) tampak terjadi kenaikan yang tipis, yaitu masing – masing 0.37% dan 1.48%. Untuk GGRM berada pada harga Rp47.300/Unit dan untuk yang HMSP pada harga Rp1.710/Unit.

Pemerintah menerbitkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Dalam arah kebijakan kementrian keuangan dan disiapkan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau beserta dengan peningkatan tarifnya.

Di dalam RPJMN tahun 2020 – 2024, selain sudah ditetapkan visi misi, Presiden memberikan 5 arahan utama yang digunakan untuk strategi dalam melakukan 9 misi Presiden yang dikenal sebagai Nawacita Kedua, dan dalam rangka untuk mencapai sasaran visi Indonesia 2045.

Kementrian keuangan untuk mendukung implementasi visi dan misi Presiden ini telah mengeluarkan arah kebijakan penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang strateginya dengan melakukan reformasi fiskal melalui :

1) mendukung daya saing dengan target yang lebih realistis dan optimal, disertai dukungan terhadap perekonomian dan dunia usaha melalui insentif fiskal;

2) pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (core tax system) dan smart customs and excise system;

3) upaya intensifikasi dan ekstensifikasi baik obyek dan subyek pajak maupun perluasan barang kena cukai;

4) penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau (HT);

5) peningkatan tarif cukai HT;

6) penguatan kelembagaan penerimaan negara;

7) penyempurnaan regulasi PNBP, peningkatan kepatuhan dan intensifikasi pengawasan PNBP, peningkatan PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan kinerja Badan Layanan Umum (BLU), serta pengembangan layanan berbasis digital untuk meningkatkan PNBP;

8) penajaman belanja barang dan penguatan belanja modal;

9) memperkuat kualitas desentralisasi fiskal melalui pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa berbasis kinerja, serta perbaikan pengelolaan keuangan daerah yang efisien, efektif, dan akuntabel; dan

10) mendorong pengembangan skema pembiayaan yang inovatif dan inklusif dengan mengutamakan pendalaman pasar keuangan domestik.

Nah, arah kebijakan yang ada pada poin 4 dan di poin 5 kembali dituangkan pada arah kebijakan pelayanan kesehatan untuk menuju ke cakupan kesehatan semesta.

Pembahasan rencana kenaikan cukai rokok ini akan dibicarakan lebih jauh bersama dengan DPR sebelum akhirnya diputuskan. Namun sampai kini belum disampaikan ke DPR.

Para pelaku pasar kini tengah memantau sentimen lain yang sedang berkembang di pasar, perhatian investor tertuju pada rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia perjuni yang akan diumumkan pada pagi hari ini.

Kalau proyek itu terkonfirmasi, maka penguatan inflasi pada Juni lalu akan semakin jelas kalau selera kondumsi masyarakat kini kembali meningkat.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak menjadi menguat, hal itu membuat ada beberapa rekomendasi saham yang bisa dipertimbangkan untuk hari ini. Saat sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada zona dengan kenaikan yang mencapao 0.18%.

Indeks Harga Saham Gabungan dipengaruhi oleh kabar yang berhubungan dengan update dari obat covid-19 yang dikabarkan akan segera diproduksi pada akhir tahun ini. Ini sangat berpengaruh kepada kondisi Indeks Harga Saham Gabungan.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau sejak pertama kali pasien covid-19 ditemukan di Indonesia, pasar modal Indonesia menjadi kacau. Para regulator sudah mengupayakan segala hal dan mengeluarkan bermacam kegiatan, hanya saja hal tersebut tampaknya memang tidak mampu untuk menahan keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan juga mengalami tren penurunan yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari virus yang menyebar sangat cepat di China. Apalagi China merupakan negara yang memberikan penngaruh signifikan kepada ekonomi dunia.

Seperti pada 9 Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun sampai 6.5% pada level 5.136, hal ini merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi di Indeks Harga Saham Gabungan. Keadan ini membuat pada 10 Maret 2020 Bursa Efek Indonesia mengumumkan kalau diterapkan kebijakan penghentian dari perdagangan atau trading halt.

Disampaikan oleh Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee yang mengatakan kalau mungkin pasar saham pada hari ini akan menguat dikarenakan studi terbaru perihal tentang vaksin Pfizer dan BioNTech yang bisa segera diproduksi pada akhit tahun ini dengan 100 juta dosis dan akhir 2021 dapat diproduksi hingga 1.2 Miliar dosis. Nah, hal inilah yang menjadi sentimen positif pada pasar.

Sentimen positif dari hal ini juga dikatakan dapat menutup kondisi dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang tengah menunda pembukaan ekonomi dikarenakan oleh penambahan kasus Covid-19 yang meningkat hampir 100.000 perharinya.

Tapi untungnya berita negatif tersebut akhirnya setidaknya ditutupi oleh kabar akan diproduksinya vaksin di akhir tahun ini. Selain itu Hans juga memproyeksikan kalau Indeks Harga Saham Gabungan akan bergerak di level support 4.964 sampai pada level support 5.000 Bursa Efek Indonesia pada hari ini, yaitu antara lain :

1.Panin Sekuritas

Untuk ICBP dikeromendasikan untuk buy 9.100 sampai dengan mencapai 9.200, TP 9500 – 9700, stop loss <8925.

Untuk INKP dikeromendasikan untuk buy 6.000 sampai dengan mencapai 6.250, TP 6.450 – 6.650, stop loss <5600.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy dan hold  >4.310, TP 4.500 sampai dengan 4.600.

2.Artha Sekuritas

Untuk PTPP dikeromendasikan untuk buy 870 sampai dengan mencapai 900, TP 960 – 1000, stop loss  850.

Untuk SCMA dikeromendasikan untuk buy 950 sampai dengan mencapai 975, TP 1.250  – 1.270, stop loss 1.120.

Untuk JSMR dikeromendasikan untuk buy 4.370 sampai dengan mencapai 4.420, TP 4.500 – 4.550, stop loss 4.330.

3.Anugerah Mega Investama

Untuk BBTN direkomendasikan untuk buy back kalau break 1.320, TP 1.180 – 1.160, area SOS di level 1.295 sampai 1.250.

BMTR akumulasinya berada pada lebel 182 sampai dengan 193, TP 198 – 210, area cut loss bila turun level 178.

BWPT akumulasi pada level 87 sampai dengan 90, TP 94 – 99, area cut loss jika turun di level 95.

Semoga informasi mengenai saham hari ini bermanfaat untuk Anda.

Rekomendasi Saham Terbaru!

Bagi para inverstor, penting untuk mengetahui rekomendasi saham terbaru. Nah, Indeks Harga Saham Gabungan akan menguji leverl dari resistance 5000 untuk dlakukan pada sesi pertama. Pengujian ini dilakukan pada 28 Juni 2020.

Lanjar Nafi, Head of Research Reliance menjelaskan bahwa kalau secara teknikal, indeks Harga Saham Gabungan masih dalam jalur yang positif dan uptrend jangka menengah. Indeks tampak masih mengji support moving average 20 hari ini/

Mereka memperkirakan kalau IHSG akan terus bergerak terkonsolidasi di awal pekan depan dengan support resistance 4,835 – 5.010, inilah yang dikutip dari riset 28 Juni 2020. Lalu Lanjar juga mengatakan indikator Stokastik masih bergerak bearish dengan mementum dari RSI yang tampak melemah. Hal ini akan menahan pergerakan dari Indeks Harga Saham pada awl pekan secara teknikal. Namun meski demikian, pergerakan masih tampak cenderung positif selama kuat di atas uptrend line.

Selain itu Reliance Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham – saham yang bisa dcermati, yaitu PR Aneka Tambang (Persero) tbk atau ANTM, PT Harum Energy Tbk atau HRUM, PT Bank anamon Indonesia Tb atau BDMN, PT MItra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Sarana Menara Nusantara. Tbk atau TOWR, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, dan PT Unilever Tbk atau UNVR.

Lalu di pekan depan, investor juga akan diberikan data indikator ekonomi pada awal bulan yaitu indeks kinerja manufaktur PMI dan juga inflasi bulanan.

Dennies Christoper Jordan, selaku Analis Artha Sekuritas Indonesia mengatakan kalau pergerakan Indeks Harga Saham masih dapat dikatakan cenderung terbatas. Ia juga mengatakan kalau Investor masih khawatir dengan saat IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Jumlah kasus haran di COVID-19 jika dilihat secara global masih dikatakan tinggi dan mengkhawatirkan. Hal ini tidak akan membuat perekonomian dunia menjadi pulih secara cepat. Indeks akan bergerak dengan level support pertama 4.877 dan keuda 4.850 dan selanjutnya resistance pertama 4.936 dan yang kedua adalah 4.968.

Artha Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi Hold untuk beberapa saham berikut, seperti PT Surya Citra Media Tbk atau SCMA, dan PT Telkom Indonesia (persero) Tbk atau (TLKM). Mereka juga merkomendasikan speculative buy untuk PT Pembangun Peruahan (persero) Tbk atau PTPP.

Laju indeks Harga Saham gabungan yang kurang menggembirakan pada pekan lalu. Bisa dilihat dari total 5 sesi, indeks hanya menguat 2 kali. Yaitu sebesar 1,754% di hari rabu tanggal 24 juni 2020, dan sebesar 0,150% pada jumat 26 Juni 2020.

Pada akhir pekan lalu akhirnya Indeks Harga Saham menutupnya pada 7,358 poin ke level 4,904.088. Kapitalisasinya tercatat senilai Rp5.694, 460 triliun. Sisanya mereka harus berjibaku pada zona merah dan mengakhiri sesi dengan pelemahan.

Koreksi bahkan sempat mencapai 1,370% ke level 4.896,730 di sesi Kamis 25 Juni 2020. Meningkatnya kasus Covid-19 pada sejumlah negara menyebabkan pekanan bursa saham global dan tidak terkecuali pada Indonesia.

Proyeksi pada dana moneter internasional terkait dengan resesi yang jauh lebih dalam d 2020 dan juga pemulihan yang lebih lambat juga menjadi sentimen yang negatif.

IMF juga memprediksi kalau produk domestik bruto global akan menyusut pada angka 4.9% di tahun ini atau lebih dalam dari pada 3% yang dikeluarkan pada april 2020. Mereka juga memproyeksikan pertumbuhan hanya 5.4% di tahun 2021 atau dapat dikatakan turun dari prediksi yang sebelumnya yaitu 5.8%

Kenali Ciri Saham Gorengan Sebelum Nyangkut

Istilah saham gorengan mungkin sudah terdengar taka sing lagi bagi investor yang telah lama bergelud di dunia saham.

Namun, untuk investor yang baru belajar, mungkin belum banyak yang mengetahui istilah ini. Saham gorengan adalah saham yang berkualitas jelek dan telah direkayasa oleh sejumlah pihak yang biasanya disebut sebagai bandar saham untuk mengeruk keuntungan jangka pendek.

Nah, untuk kalian investor yang baru bergabung di dunia saham, yuk kenali ciri-ciri saham gorengan agar tidak nyangkut dan tidak terjebak didalamnya.

Ciri-Ciri Khusus Saham Gorengan

Istilah ini semakin dikenal setelah adanya kerugian yang melilit PT Asuransi Jiwasraya hingga akhirnya gagal bayar nasabah.

Bahkan, istilah ini sempat disebut oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan perdagangan saham perdana tahun 2020.

Analisis Pasar Rivan Kurniawan dalam blog pribdainya memaparkan bagaimana kita dapat menghindar dari saham gorengan.

Saham gorengan juga memiliki beberapa ciri yang bisa menjadi bahan edukasi bagi masyarakat dan investor pasar modal.

Berikut ini ciri-ciri untuk mengenali saham gorengan dari beliau:

1.Memiliki Kapitalisasi Pasar Yang Kecil

Saham gorengan biasanya memiliki kapasitas pasar yang kecil. Menurutnya, nilainya sekitar di bawah Rp 1 Triliun.

Kapitalisasi pasar adalah harga keseluruhan sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang jika ingin membeli 100% kepemilikan perusahaan tersebut.

Salah satu ciri dari bandar saham adalah mereka menuasai supply pasar. Tentunya jika kapitalisasi pasar sebuah saham tergolong kecil, maka bandar pun akan dengan mudah membeli bagian besar kepemilikan sahamnya.

Saham-saham yang berkapitalisasi kecil inilah yang menjadi sasaran empuk para bandar untu digoreng.

2.Volatalitas Harga Tidak Stabil

Saham gorengan seringkali memberi kejutan kepada para investor. Karena, harganya bisa saja tiba-tiba nak dan tiba-tiba turun.

3.Fundamental Emiten Bermasalah

Saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental kuat tentu akan diborong oleh investor.

Permintaan saham oleh investor ini akan bersifat jangka panjang sehingga sulit di manipulasi oleh bandar.

Lain halnya dengan saham-saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental bermasalah.

Pelaku pasar yang mengumpulkannya pun biasanya spekulan yang mudah goyah oleh rumor dan kabar angin lainnya. Inilah mengapa saham-saham semacam ini mudah jadi saham gorengan.

4.Harga Relatif Rendah

Harga saham yang rendah dibawah Rp1.000 selalu menjadi hal yang menarik bagi trader. Karena, tidak membutuhkan modal yang besar.

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua saham yang murah bisa dibilang gorengan. Bisa jadi karena memang harga pasar sahamnya demikian atau baru saja melakukan stock split.

Dengan harga yang murah ini, bandar maupun investor retail pasti bisa menggorengnya bersama-sama.

5.Antrean Bid Offer Tidak Masuk Akal

Saham gorengan biasanya punya antrean yang sangat banyak. Antrean bid ini terdiri dari para bandar serta investor retail yang sedang siap-siap menggoreng.

Makanya, kalau kalian menemukan antrean bid yang gak masuk akal, mending jauh-jauh deh dari saham tersebut. Yang ada nanti malah nyangkut duit kalian.

Itulah 5 ciri-ciri saham gorengan yang harus diperhatikan. Namun, terkadang saham gorengan seperti ini lah yang memang harus digunakan untuk trading. Karena, saham seperti ini bisa memberikan untung dengan cepat, tapi bisa memberi rugi dengan cepat juga.

Karna itu, kalian harus memperhatikannya setiap hari. Meleng sedikit aja, bisa anjlok sampai ke dasar jurang.

Nah, setelah mengetahui ciri-ciri ini, gimana? Adakah dari kalian yang uangnya nyangkut di saham gorengan?

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Pada Perdagangan Hari Ini

MNC Sekuritas merupakan salah satu perusahaan efek yang didirikan pada tahun 1989 dan berada di bawah naungan PT MNC Kapital Indonesia TBK yang sekarang ini telah menjadi perusahaan efek local di Indonesia.

MNC Sekuritas sendiri seringkali memberikan rekomendasi saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor.

PTBA Dan BBRI Jadi Pilihan Saham Hari Ini

MNC Sekuritas merekomendasikan spekulasi untuk membeli saham PT Ciputra Development Tbk. Serok bawah atau buy on weakness saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Selain itu, mereka juga menyarankan untuk sell on strength saham PT PP London Sumatra Tbk. (LSIP) pada perdagangan hari ini, Rabu 24 Juni 2020.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup dengan koreksi 0,8 persen ke level 4.879 pada perdagangan Selasa 23 Juni 2020 kemarin.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan memasuki fase koresi untuk membentuk wave C ke area 4.400 – 4.500.

“waspadai support terdekat IHSG yang berada pada level 4.816 dan support penting di 4.712.” ungkap sekuritas.

MNC Sekuritas juga memperkirakan bahwa pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi ke arah 4.850 – 4.860.

Walaupun terbilang menguat, namun pergerakannya akan cenderung terbatas pada area 4.950 – 4.975 dengan level support 4.860 – 4.816 dengan resistance 5.020 dan 5.140.

Berikut ini merupakan beberapa saham pilihan MNC Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini:

1.CTRA – Spec Buy di Rp645

Pada perdagangan Selasa 23 Juni 2020 kemarin, CTRA terkoreksi sebesar 6,5 persen diikuti dengan tekanan jual yang besar juga.

Selama tidak terkoreksi melebihi Rp615, kami memperkirakan pergerakan CTRA saat ini merupakan bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A).

  • Spec Buy: Rp620-Rp645
  • Target Price: Rp750, Rp850
  • Stoploss: below Rp615

2.PTBA – Buy on Weakness Rp2,080

Pada Selasa 23 Juni 2020 kemarin, PTBA ditutup terkoreksi 2,3 persen ke level Rp2.080 dan tertahan di fibo 38,2 persen.

Kami memperkirakan PTBA saat ini sudah berada di akhir wave [a], dimana koreksi PTBA akan relatif terbatas dan berpotensi menguat untuk membentuk wave [b].

  • Buy on Weakness: Rp2.020-Rp2.080
  • Target Price: Rp2.200, Rp2.300
  • Stoploss: below Rp1.950

3.BBRI – Buy on Weakness Rp3.010

Pergerakan BBRI Selasa 23 Juni kemarin terkoreksi 1,6 persen ke level Rp3.010. Pada skenario biru, kami memperkirakan saat ini BBRI sedang berada di awal wave (c) dari wave [b], sehingga penguatan pada BBRI nantinya akan cukup pendek.

Namun, pada skenario merah kami, bila BBRI ternyata sanggup menguat di atas Rp3.200 maka BBRI akan membentuk wave (iii) dari wave [c].

  • Buy on Weakness: Rp2.900-Rp2.950
  • Target Price: Rp3.030, Rp3.060
  • Stoploss: below Rp2.800

4.LSIP – Sell on Strength* Rp875

LSIP menguat 1,2 persen pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih disertai tekanan beli. Kami memperkirakan saat ini LSIP sudah berada diakhir wave [v] dari wave C, dimana penguatan LSIP akan relatif terbatas dan rentan untuk terkoreksi.

Kami memperkirakan level koreksi LSIP terdekat berada pada area Rp820 dan idealnya Rp700.

  • Sell on Strength: Rp880-Rp920

Itulah beberapa rekomendasi saham menurut MNC Sekuritas pada perdagangan hari ini. Namun tentu saja rekomendasi ini masih harus diimbangi dengan pertimbangan oara investor saat ini.

Investor tetap harus berhati-hati akan adanya gelombang kedua virud pandemic yang akan berdampak pada perdagangan pasar lagi.

Kenapa Saham Bank BCA Baik Untuk Pemula? Ini Penjelasannya

Untuk para pemula yang baru saja terjun ke dunia investasi saham, pasti kalian masih akan sangat takut untuk rugi.

Untuk menghindari rugi yang berlebihan, akan lebih baik jika kita bisa membeli saham yang pasti-pasti saja dan lebih aman.

Biasanya, saham-saham itu disebut dengan saham bluechip. Apa itu blue chip?

Blue chip merupakan saham yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang berkualitas. Saham seperti ini memang sangat cocok untuk pemula karena lebih terjamin dan tidak beresiko tinggi.

Kenapa Memilih Saham BCA?

Salah satu saham bluechip yang paling diandalkan di Indonesia adalah BBCA atau Bank BCA. Saham BBCA sendiri merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar yang ada di bursa efek Indonesia.

Artinya, saham BBCA merupakan saham terbesar di bursa efek Indonesia. Menjadi saham dengan nilai kapitalisasi terbesar juga bukanlah sesuatu yang mudah.

Butuh perjuangan dalam memberikan kinerja terbaik untuk para investor agar para investor bisa percaya dengan kita.

BCA sendiri adalag bank terbaik di Indonesia saat ini dengan kemampuan menghasilkan profit terbaik.

Namun, sebenarnya BCA bukanlah bank dengan asset terbesar. Bank dengan asset terbesar saat ini asalah Bank Mandiri.

Juga bukan bank dengan profit terbesar dimana hal ini dipegang oleh bank BRI. Namun, bank BCA merupakan bank dengan kemampuan memberikan profit terbaik untuk para pemegang saham.

Hal inilah yang diinginkan para investor! Profit! Rasio antara asset dengan profit bank BCA adalah yang terbaik. Artinya, bank BCA dikelola dengan sangat efisien baik dari sisi profitability maupun kualitas pinjamannya.

Ada beberapa indicator yang menunjukkan bahwa kinerja bank BCA memang lebih baik daripada yang lainnya.

1.Pertumbuhan kredit (loan growth)

Pertumbuhan kredit bank BCA lebih konsisten dan lebih tinggi atau paling tidak seharga par dengan industry perbankan. Hal ini sangat penting bagi bank karena jumlah kredit merupakan sumber utama profit.

Untuk bank dengan ukiuran sebesar bank BCA yang assetnya bisa mencapai lebih dari 100 Triliun, mencetak pertumbuhan pinjaman yang konsisten bukanlah perkara yang mudah.

2.Pengelolaan

Perusahaan BCA sendiri dikelola dengan sangat efisien dan prudent. Hal ini tercermin dari Return on Asset atau ROA nya yang paling tinggi diantara bank di kelasnya.

Selain itu, tingkat kredit macet atau NPL yang dipunya juga rendah serta terbaik di kelompok bank sekelasnya.

3.Management

Manajemen professional di belakang kinerja BBCA sangatlah hebat.  Hal ini bisa kita lihat melalui indicator keuangan.

Selain indicator keuangannya, kalian juga bisa melihat bahwa mayoritas pimpinan BCA berasal dari internal yang sangat menunjukkan kaderisasi dalam perusahaan yang kuat dan terencana.

Selain itu, kalian juga bisa melihat grafik saham BCA dalam 10 tahun terakhir yang pastinya bisa menjelaskan kenapa BCA bisa menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia saat ini.

Itukah beberapa alasan mengapa saham Bank BCA menjadi salah satu bluechip yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Perkembangannya semakin tahun juga semakin naik atau setidaknya konstan jika tidak ada bencana yang terjadi tiba-tiba.

Bagaimana para investor? Kapan kalian akan memulai menabung saham BBCA ini sampai dengan 1 juta lembar?

Oh ya, saham BBCA sekarang ini berada di nilai sekitar Rp28.150-an per lembar sahamnya. Jangan lupa, kalian harus  membelinya minimal 1 lot, dimana isinya adalah 100 lembar.